Seorang sahabat saya bertutur memiliki seorang kawan yang murah senyum.
“Kalau dia senyum seperti Andi Malarangeng, hanya nasibnya saja yang beda” katanya. Si pemurah senyum ini bernama Bahran (39). Suatu ketika ibu Bahran sakit keras. Selama dua pekan di rumah sakit, para dokter belum mampu menemukan penyakit yang diderita sang bunda. Sementara tagihan biaya terus […]