back to niriah

Book

BBM Naik Berhadiah Buku

Banyak cara untuk mengekspresikan harga BBM yang naik. Ada yang turun ke jalan, ke istana negara, gedung dewan, orasi di kampus dan juga berdoa bersama. Sebagian ekspresi itu berisi keluhan dan protes kepada pemerintah. Nah, saya ingin menawarkan hal yang lain. Dalam waktu satu pekan ini, saya ingin mengadakan lomba “Menikmati Hidup”.

Caranya mudah, buat usulan/gagasan/ide tentang bagaiaman kita tetap bisa “Menikmati Hidup” di tengah harga BBM dan harga-harga lain yang terus naik. Gagasan ditulis cukup satu halaman atau paling banyak 3 halaman. Gagasan Anda dikirimkan ke http://jamil.niriah.com dimasukkan ke dalam kotak Leave a Reply di bawah judul BBM Naik Berhadiah Buku.

Saya akan memilih lima ide/gagasan terbaik dan pemenangnya akan mendapat buku kedua saya, Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, terbitan Gramedia. Lima pemenangnya akan diumumkan tanggal 08 Juni 2008. Buruan, waktunya hanya satu minggu. Keputusan saya tidak bisa diganggu gugat ya. Saya tunggu ide/gagasan Anda yang bisa mencerahkan orang sehingga bisa tetap “Menikmati Hidup”

Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | May 30, 2008

15 Responses to “BBM Naik Berhadiah Buku”

  1. Bagi saya kenaikan BBM, mau tidak mau, suka atau tidak suka tetap harus diterima, karena ini bukan hal yg pertama kali terjadi di negeri ini. Oleh karena itu secara pribadi saya sedang memikirkan untuk bisa melihat hal ini sebagai peluang yang barangkali bisa mengantarkan saya untuk menjemput impian2 yang pernah ada. Beberapa ide yg saat ini berseliweran dikepala saya adalah :
    - Menggiatkan kembali penggunaan sepeda sebagai alat transportasi yang murah, meriah dan menyehatkan.
    - Mengkampanyekan penggunaan kendaraan bermesin dengan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya biofuel, solar cell atau energi listrik.
    - Penggunaan energi alternatif juga bisa dilakukan untuk kebutuhan rumah tangga, dengan mengembangkan dan mensosialisasikan teknologi biogas.

    Hal itu semua sejalan dengan issu Global Warming yang sedang di gaungkan di dunia internasional. Hal itu semua pun hanya bisa terwujud jika ada dukungan dari berbagai pihak yang memiliki perhatian akan kondisi yang ada saat ini.

  2. “BBM naik..!!!gimana sih SBY itu, hidup udah susah malah naikin harga BBM!! ” kata tetangga dengan sewot usai mendengar pengumuman kenaikan BBM malam sebelumnya.
    “Emangnya kenapa?” saya balik bertanya tanpa ekspresi.
    “Loh.. gimana sih mas!! Kalo BBM naik nantinya semua juga pada naik. Kebutuhan pokok pasti naik, transportasi naik. Pokoknya semua jadi naik, jadi pengeluaran bertambah sedangkan gaji nggak naik-naik” balasnya semakin kesal.

    Nah… begitu toh masalahnya.
    Kebanyakan orang pasti panik kalau mendengar rencana kenaikan harga BBM, padahal hal itu sudah biasa berulang kali terjadi sepanjang sejarah, meskipun interval kenaikannya bisa lama bisa juga beruntun. Kepanikan itu akhirnya membuat orang marah, jengkel dan emosi yang diwujudkan dalam bentuk protes, demo, mogok dan lain-lain.

    Kenapa begitu? Kepanikan bisa terjadi karena kita sudah merencanakan keuangan (rumah tangga/usaha) yang tersusun sedemikian rupa dengan pos-pos pengeluaran yang sudah pasti, baik pos pengeluaran tetap maupun darurat.
    Jadi, dari mana sumber kepanikan itu?? Tak lain adalah bahwa kita panik karena akan mengalami proses-proses penyesuaian dari comfort zone menuju kondisi yang bisa mengusik zona aman tersebut. Dan yang pasti adalah mengusik gaya hidup yang sudah kita nikmati. Itu saja intinya.

    Kebanyakan kita tidak mau dianggap mundur karena biasa naik mobil menjadi sepeda motor apalagi sepeda atau bahkan jalan kaki. Bukankah saudara-saudara kita di pedalaman juga enjoy saja jalan kaki atau bersepeda jika mau bepergian? Itu juga bisa membuat kita lebih sehat.

    Kita tidak mau lagi pakai kipas angin karena sudah terbiasa pakai AC baik di mobil maupun rumah yang menyedot biaya listrik, apalagi pakai kipas tangan. Bukankah tubuh kita mampu untuk beradaptasi dengan cuaca dingin atau cuaca panas? Bukankah Sang Maha Pencipta sudah merancang sedemikian rupa susunan kulit kita agar tetap bisa bertahan dengan segala kondisi? Toh ketika anda pakai AC malah ingin selimutan.

    Kebanyakan kita ingin selalu punya jadwal shopping, rekreasi yang menguras biaya dan energi, padahal rumah juga adalah istana surga dunia. Apapun bisa kita lakukan di rumah kita sendiri, tinggal bagaimana kita berkreasi bersama seluruh keluarga yang melibatkan emosi. Toh ketika anda shopping maupun rekreasi, semua sibuk dengan pikiran dan keinginan masing-masing.

    Maka solusi yang saya tawarkan agar bisa tetap menikmati hidup ditengah kenaikan harga adalah :
    1. Kembalilah kita kepada kesederhanaan, kebersahajaan dan kebijaksanaan dalam pola konsumsi dan gaya hidup. Hidup tidak harus dengan kemewahan duniawi, tapi merasa mewah dengan apa yang kita miliki.
    2. Rem sedikit hasrat untuk memenuhi keinginan dan pilihan, utamakan kebutuhan. Makan adalah kebutuhan, tapi mau ke restoran atau masak sendiri, daging sapi impor atau lokal, ayam kampung atau ikan lele, adalah keinginan dan pilihan.
    3. Dayagunakan potensi dan talenta yang telah diberikan Tuhan untuk terus menerus belajar dan mengerti bahwa hidup adalah sebuah proses yang akan selalu berubah seiring jaman. Jadi biarkan jaman berubah, tapi kita harus tahu di titik mana kita berada dan bagaimana menghadapi perubahan itu.
    4. Salurkan potensi dan talenta itu untuk menambah penghasilan jika memang tidak ada jalan lain mensiasati kenaikan harga. Buanglah gengsi untuk sekedar menawarkan barang atau jasa yang dibutuhkan orang lain.
    5. Selalu cari hikmah dan positive thinking atas setiap peristiwa, karena ”Sesungguhnya setelah kesusahan pasti ada kemudahan”. Percayalah!!!

  3. andi estetiono Says:

    Bagaimana cara menikmati hidup di tengah2 harga BBM dan harga2 lainnya naik;

    Caranya ada beberapa poin sbb;

    1. Menigdentifikasi dengan baik dan Menyadari nikmat-nikmat yang telah diterima saat ini
    2. Mensyukuri nikmat2 tersebut melalui hati, pemikiran, sikap dan perbuatan.
    3. Memamnfaatkan waktu setiap saat untuk hal-hal yang menambah ilmu dan amal
    4. Lebih banyak melihat ke bawah daripada melihat ke atas dan berupaya untuk menterjemahkan melalui tindakan-tindakan positif yang nyata.
    5. Hidup seimbang antara fisik(olah raga), pemikiran, dan rohani juga secara rutin diolah dengan baik..

    Sekian dulu mas Jamil,

    Wassalam,

    Andi Estetiono

  4. Harga BBM membubung tinggi. Banyak orang merespon hal ini dengan berbagai macam cara. Ada yang langsung stress, ada yang demo, ada yang langsung terjun ke dunia kriminalitas, ada yang makin korupsi, bahkan ada yang makin tak peduli.

    Rekan sekalian, terinspirasi dari konsep pareto, dalam memecahkan masalah, 10% porsi keberhasilan ada di faktor teknis sedangkan sisanya yaitu 90% adalah faktor non teknis. Beribu-ribu sayang, banyak diantara kita hanya mengejar yang 10% ini. Ada yang sibuk menganalisa ekonomi makro, mikro, mengapa begini mengapa begitu, bagaimana cara menghutang lagi, tindakan apa yang harus dilakukan agar situasi ini semakin kondusif untuk kemajuan bangsa, dan lain-lain.

    Kita agaknya lupa bahwa faktor yang 90% inilah yang sebenarnya memegang peranan penting dalam kesuksesan salah satunya keberhasilan dalam menyelesaikan masalah BBM misalnya. Yang seharusnya kita usahakan semaksimal mungkin adalah faktor non teknis ini, yaitu sudahkah kita bermuhasabah berapa banyak orang yang telah kita zalimi, seberapa kuatkah kita bergantung kepada dzat Yang Maha Kuasa, Maha Penolong, Maha Pemberi Rizqi… seberapa pedulikah kita terhadap sesama, sejauh mana kesabaran dan keikhlasan kita terhadap cobaan yang menerpa, seberapa banyakkah ibadah kita, hubungan kita kepada Sang Maha Pengatur Alam Semesta, hubungan kepada sesama makhluk Tuhan, dan begitu banyak lagi jika dituliskan di halaman ini.

    Tidaklah salah, bahkan menjadi keharusan untuk mengejar faktor teknis. Akan tetapi janganlah lupa faktor penentu terbesar dalam kesuksesan hidup, dan memang inilah yang seharusnya kita utamakan.

    Melalui tulisan ini, saya mengajak pribadi penulis sendiri terutama dan rekan sekalian agar kita dapat menikmati hidup di dunia yang cuma sekali ini dengan memperbanyak melakukan dan meningkatkan kualitas dari faktor non teknis yang telah disebutkan di atas.

  5. BBM: MAKHLUK YANG BISA NAIK, TAPI TIDAK BISA TURUN

    Baru saja saya menaiki angkot dan baru menempati tempat duduk penumpang seusai saya pulang kerja. Tiba-tiba saya sudah mendengarkan sebuah nada keprotesan. Ya, apalagi kalau bukan keprotesan tentang kenaikan BBM yang sekarang ini lagi marak jadi buah bibir.

    ”Enak banget ya pemerintah naiki BBM. Apa tidak tahu sekarang rakyat lagi pada susah, ” protes dari salah satu penumpang angkot tentang kenaikan BBM. Angkot berwarna biru telur asin. Mikrolet D.01 jurusan Kebayoran Lama-Ciputat yang saya tumpangi itu memprotes pemerintah. Sebuah keprotesan yang keluar dari mulut seorang ibu-ibu muda serta salah satu perwakilan rakyat Indonesia dari sekian juta jiwa penduduk di tanah air ini. Ironis memang mendengarnya.

    Saya yang mendengar ibu tadi pun setali tiga uang dengannya. Ikut merasakan keprihatian atas apa yang dilontarkannya tadi. Ia merasakan kenaikan BBM membuatnya semakin menambah rakyat senggsara.

    Ya, BBM : makhluk yang lagi marak sekarang ini dijadikan buah bibir. Lantaran kenaikan BBM semua rakyat menjerit dan menderita. Bukan saja ibu-ibu muda di dalam angkot bersama dengan saya itu. Saya pun kena dampaknya pula. Terlebih saya ini seorang pekerja harian. Tentu saja kenaikan BBM membuat saya getar-getir dibuatnya. Apa-apa saja mahal dan sudah naik.

    Bayangkan sebelum kenaikan BBM terjadi saya tidak pernah seperti itu. Kemana saya berangkat dan pulang kerja saya tak memusingkan biaya transport dan juga makan siang jika jam istirahat tiba. Tapi saat kenaikan BBM akhirnya datang juga, saya pun harus berpikir seribu kali untuk melakukan ikat pinggang secara ketat. Terlebih untuk biaya transport dan makan siang saya. Saya harus benar-benar ekstra memikirkan keras agar saya tidak seperti dulu—sebelum kenaikan BBM terjadi.

    Biasanya biaya transport saya tidak memperhitungkannya dan juga begitu pula dengan makan siang saya. Tapi ketika kenaikan BBM saya pun segera memutar otak. Bagaimana saya harus menghemat dan tidak menobok saat saya mebayar biaya transport dan biaya makan siang. Terlebih saya harus naik urat dahulu jika saya membayar transport kurang semestinya—sebelum BBM naik.

    Akhirnya saya pun membuat keputusan dari dampaknya kenaikan BBM. Jika dulu saya membyayar transport tidak memikirkan jauh-dekat saya pulang-pergi kerja. Kini pun saya harus memperhitungkan. Apakah saya sudah standar membayar biaya trnspor atau tidak—jauh-dekat saya pulang-pergi kerja. Daripada Saya harus beradu argumen kepada sopir angkot. Narik urat dahulu lebih baik saya melakukan seperti itu. Begitu ketika saya makan siang. Jika tiba saat saya makan siang sepiring lima ribu dapat tempe satu, telur dadar plus sayur kini saya hanya dapat telur dadar plus sayur. Itu pun hanya kuahnya. Apakah saya harus narik urat dahulu seperti ketika saya membayar biaya trnsport? Tentu tidakkan?

    Dan soal itu pun sudah saya pikirkan. Halnya ketika saya pulang-pergi kerja. Saya memutuskan membawa ransum dari rumah. Bekal makan siang untuk saya di tempat kerja. Ya, hitung-hitung hemat sekaligus merasakan masakan rumah ketika jam istirahat saya tiba.Bukankah itu lebih indah. Hidup sudah susah apa di buat susah. Iyakan?

    Hal ini mengingkat saya pada judul iklan setengah halaman di surat kabar harian. Adalah senior Presiden, Jend. (Purn) Wiranto yang memasang iklan setengah halaman di harian ini, Rabu (21/5) lalu. Judul iklan itu dicetak besar-besaran dan berbunyi. ”Semoga Presiden Menepati Janjinya Tidak Menaikan Harga BBM.” (Republika, Senin, 26 Mei 2008).

    Hal ini pun membuat saya tergelitik. Tersenyum pada iklan yang terpasang itu. Apakah iklan itu akan merubah keadaan sekarang? Saya rasa tidak. Mana ada sesuatu yang sudah naik bisa seperti semula. Turun kembali. Tidak mungkin! Begitu juga dengan iklan tersebut tak akan berpengaruh banyak. Tidak akan merubah situasi sekarang ini. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa yang ikut protes. Ada yang memagari jalan raya dengan pembatas pagar serta sampai terjadi hal yang tidak inginkan. Ya, semua itu sia-sia dilakukan oleh rakyat dan juga mahasiswa.

    Masalah ini pun serupa yang dialami oleh ibu-ibu muda tadi—penumpang angkot yang memprotes kenaikan BBM di dalam angkot bersama dengan saya. Ia tak akan mendapatkan apa-apa. Sedangkan kenaikan BBM tetap saja naik. Tak ada pengaruh dari berbagai belah pihak. Must go on. Tak peduli rakyat, mahasiswa, ibu-ibu muda yang protes itu dan juga saya sendiri. Tapi mau dikata yang naik tetap naik mana mungkin bisa turun. Ya, saya sebagai rakyat yang kena imbas tak bisa berbuat apa-apa. Hanya nothing to lose apa pun yang terjadi.Semua itu sia-sia dilakukan. Kalau ada perubahan itu tak signifikan. Seperti adanya juga Bantuan Langsung Tunai (BLT). Belum tentu itu bisa merubah keadaan—yang sifatnya hanya sementara dan kenaikan BBM serta yang lain tetap naik.

    Satu hal lagi BLT bukanlah solusi terbaik. Malah membuat rakyat semakin malas bekerja dan hanya mengandalkan uang seperak saja. Yang bagi mereka—pejabat, konglomerat, petinggi-petinggi tak ada artinya uang sebesar BLT yang diterima rakyat miskin dan termarjinalkan. Padahal lapar tak bisa menunggu keluarnya uang dari BLT serta kenaikan BBM. Yang naik tidak akan bisa turun! Bukankah begitu? Ya, tunggu saja mukjizat dari Tuhan.

  6. TERANG

    Dalam perjalanan ke kantor tadi pagi, kudengar lagu dari Glenn Fredly,

    Jadilah terang jangan ditempat yang terang
    Jadilah terang di tempat yang gelap
    Jadilah jawaban jangan hanya kau diam
    Jadilah jawaban diluar rumahmu

    Ini bukan kali pertama aku mendengar lagu tersebut, tapi anehnya kali ini, tadi pagi aku merasakan sesuatu yang aneh ketika mendengarnya. Tiba tiba saja menyeruak sebuah keinginan kuat dalam hati ini. Keinginan untuk menjadi si terang. Keinginan untuk berbagi. Tiba tiba aku merasa lagu itu menjadi begitu powerful. Bahkan sangat intimidatif dalam memaksa diriku untuk berbuat sesuatu.

    Sangat sederhana memang rangkaian katanya. Bahkan nyaris tanpa nuansa keindahan linguis. Namun kekuatan maknanya sangatlah jelas. Lagu tersebut mengajak kita semua untuk bertindak. Melakukan sebuah langkah nyata yang berguna untuk sesama. Take action! Menebar rahmat.

    BBM naik? So what gito loh! Apa yang bisa kita lakukan untuk mengeremnya? Toh, dengan berbekal semua data yang kadang tidak masuk akal itu, pemerintah sudah mengumumkannya. Apakah kita akan ikut terprovokasi dengan melakukan demonstrasi yang kadang cenderung menambah kesengsaraan rakyat? Dalam salah satu bukunya Stephen R Covey mengajarkan sebuah teori yang bernama Prinsip 90:10. Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita kendalikan. Kemacetan di jalan, pesawat delay, BBM naik, dll. Janganlah kejadian-kejadian tersebut membuat hidup kita menjadi tidak karuan, amburadul. Jadikanlah kejadian-kejadian tersebut hanya 10 % pengaruhnya dalam kehidupan kita. Menurut Covey, yang penting adalah cara kita bereaksi terhadap hal-hal tidak menyenangkan seperti itu. Sharenya 90%. Ketika kita mengalami kemacetan di jalan raya, tidak perlu berteriak-teriak marah, atau menekan klakson berkali-kali. Semua ini hanya akan menguras energi dan emosi. Cobalah dengarkan lagu di radio, kalau perlu request lagu Terang di atas. Dan jadilah jawaban, jangan hanya kau diam. Mengantrilah dengan tertib, ikuti rambu lalu lintas yang ada. Dus, ketika pesawat kita delay. Tidak perlu marah marah kepada petugas tiket, mereka tidak bisa mengendalikan keterlambatan pesawat anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi bandara dengan lengkap, membaca buku yang anda bawa, atau sekedar berkenalan dengan penumpang lain. Atau bisa juga anda mendengarkan lagu Terang di atas. Maka mensikapi harga BBM yang melambung 30% inipun, resep di atas masih bisa kita gunakan. Dengarkan saja lagu itu. Resapilah makna yang terkandung di dalamnya. Dan cobalah menjadi si terang.

    Oooooo… jadilah jawaban
    Oooooo… jadilah terang

    Nah, anda sudah bisa tenang? Sudah mencoba untuk menjadi si terang? Barulah lakukan tindakan berikutnya. Dengan hati yang terang maka kita akan semakin mudah dalam mengatasi masalah keuangan kita. Menurut Kiyosaki, untuk mendapatkan Financial Freedom maka income kita at least harus tiga kali expense. Mungkinkah kita mengurangi expense kita, apalagi di tengan kenaikan harga BBM sekarang ini? Imposible! Jadi satu-satunya jalan adalah dengan meningkatkan income kita.

    Jadilah garam jangan ditengah lautan
    Jadilah harapan jangan hanya berharap
    Jadilah jawaban jangan hanya ucapan
    Jadilah jawaban jangan tambahkan beban

    Dalam tempo satu minggu pasca kenaikan BBM ini, banyak sudah reaksi masyarakat yang terjadi. Mulai dari mahasiswa yang memblokade jalan, SPBU, tokoh masyarakat yang sesumbar mau membagikan 18,000 trilyun kekayaannya untuk masyarakat, sampai kenekatan seorang motivator dalam membuang uang 100 juta dari sebuah pesawat. Bermanfaatkah semua itu? Gara-gara blokade mahasiswa itu maka jalanan menjadi macet, masyarakat kesulitan membeli bensin. Bapak dari Tasik tadi juga malah menambah daftar bahan tertawaan di saat yang tidak tepat. Sementara ulah Pak Tung? Kenapa harus ditebar dari pesawat sih? Bukankah bisa dibagikan dengan lebih manusiawi? Tapi mendidikkah BLT (bantuan langsung tunai) semacam itu?

    Jadi sembari mendengarkan lagu Terang tersebut, marilah kita pikirkan cara-cara yang lebih elegan dalam meleverage income kita. Bagi kita yang masih menjadi karyawan, mulailah untuk menjalankan bisnis. Mulai saja dari yang kecil, yang penting take action. Bagi usahawan, marilah untuk mulai memikirkan sisi religi dalam berbisnis. Jangan asal meraup untung, tapi mulailah untuk bermental menebar berkah. Kikis kedzaliman kita kepada pelanggan, suplier ataupun partner kita. Jadilah terang.

    Kedamaian yang kita inginkan
    Hanya ada bila hati kita bersama

    (haridewa)

  7. BBM naik, itu merupakan keputusan Pemerintah dengan perhitungan menurut Pemerintah baik, tetapi perhitungan tsb malah membuat kenaikkan harga di semua sektor, dari harga sembako sampai harga-harga yang lain.
    bagaimana menyiasati sebagai berikut :
    1. mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu, misal penggunaan kendaraan, jika jarak dekat maka lakukan jalan kaki, selain irit akan membuat badan kita sehat atau gunakan transportasi alternatif seperti sepeda atau motor listrik.
    2. mengurangi acara makan-makan di luar rumah atau memilih makanan yang baik di mana nilai gizi tinggi dan tidak memakan biaya yang tinggi.
    3. harus mulai membangun jaringan teman, di mana semakin banyak teman maka banyak sekali peluang baik itu dari segi usaha maupun bisa ikut jika di dalam perjalanan (ikut nebeng tetap harus juga ikut menyumbang). peluang usaha semakin besar maka akan menambah pendapatan.

    mudah-mudahan berguna dalam menyiasati kenaikkan BBM.

  8. Menikmati Hidup” di tengah harga BBM dan harga-harga lain yang terus naik

    Moment ini merupakan saat yang tepat untuk kita mulai berhemat energi. Memberikan manfaat yang terbaik bagi sekeliling kita. Tidak usah diributkan lagi kenaikan harga BBM. Yang kita pikirkan saat ini bagaimana kita bisa membantu tetangga kita yang kondisi ekonominya lebih menyedihkan dibanding kita.

    Trus apabila di rumah kita misalkan ada anak dua dan anak-anak kita masing-masing punya sepeda motor. Mulai lah untuk berbagi satu motor untuk berdua. Mulai saat ini dijaman serba mahal ini mari kita niatkan hemat BBM ini dengan niat ibadah. Selain untuk kepentingan lingkungan dengan mengurangi polusi emisi juga dapat menghemat BBM. Dengan berbagi sepeda motor secara bersamaan akan lebih akrab persaudaraan.

    Trus orang tua yang masing-masing bekerja, misalkan punya mobil dua, yah sebaiknya mulai berbagi. Kalu perlu dalam satu komplek yang sama arah kantornya bisa mulai bergotong royong bergantian naik mobilnya. Selain dapat menghemat BBM dapat juga mengurangi polusi udara sehingga dapat memperlambat pemanasan global.

    Bagi kita dihari libur, marilah mulai kita kurangi bepergian yang tidak perlu. Ganti kegiatan pergi ke mall-mall dengan silaturahmi dengan tetangga kita. Kadang kita tinggal dikomplek kurang kenal sama tetangga kita. Mari pada saat libur digiatkan kembali kegiatan di komplek bisa dengan kegiatan olahraga atau kegiatan kerja bakti komplek. Mari kita peduli dengan lingkungan kita dan masyarakat kita.

    Insya Allah jika kita banyak silaturahmi akan dibukakan pintu rejeki kita.

    Marilah saya mengajak diri saya sendiri, dengan kenaikan harga BBM kita niatkan ibadah untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan kita ini. Insya Allah niat kita lebih baik dibanding hanya mengeluh dan mengeluh saja. Lebih baik kita kita ambil hikmah yang bisa kita renungkan.

    Sekali lagi mari dengan kenaikan harga BBM ini kita lebih peduli kepada saudara terdekat kita, tetangga kita. Jangan sampai ada anak-anak yang tidak dapat sekolah karena kesulitan ekonomi. Jangan sampai ada tetangga kita yang kelaparan. Mari kita tingkatkan kepedulian kita kepada saudara terdekat kita dan tetangga kita. Insya Allah jika kita niatkan iklas untuk membantu insya Allah kita dimudahkan jalan kita.

    Mari kita nikmati hidup ini dengan cara berhemat disegala bidang. Mengurangi nonton tivi, mengurangi bepergian yang tidak perlu, meningkatkan silaturrahmi, dan meningkatkan manfaat kita bagi lingkungan kita. Inilah saatnya kita untuk lebih peduli bagi masyarakat dan lingkungan kita. Trus marilah kita tingkatkan amal ibadah kita, mari kita minta pertolongan sama Allah swt untuk dapat menikmati hidup ini dengan ikhlas. amiin.

  9. Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Tuhan, hukum2 alam dan perubahan itu sendiri. Dunia terus berubah, sebelum BBM ditemukan, orang naik kereta api dengan bahan bakar kayu, baru setelah ditemukan BBM kita seakan terjebak oleh mindset bahwa BBM adalah milik bersama yang tidak bakal habis.

    Coba kita lihat bagaimana AS membuat kapal selam tenaga Nuklir yang sama sekali tidak memerlukan BBM dan memiliki daya tahan yang luar biasa.

    Coba Kita lihat lagi bagaimana HONDA membuat mobil hibridanya, sangat hemat BBM, dan sebentar lagi akan muncul mobil tenaga batre yang sangat ekomonis, jadi kalo malam hari tinggal di “charge” seperti “handphone”

    Coba kita lihat lagi di negara Brazil, disana kalo harga BBM naik, yaa… tinggal ganti pake bioethanol yang tersedia di SPBU mereka. karena memang premium banyak kemiripan sifat dengan bioethanol.

    Coba kita lihat lagi (liputan6.com tgl 28 mei 2008), tidak usah jauh-jauh. di karanganyar para penduduk memproduksi bioethanol dari singkong dengan modal investasi 2-3 jutaan bisa menghasilkan bahan bakar pengganti premium seharga Rp 3000, tidak usah ribut2 dengan blue energy yang masih belum jelas dari aspek ilmiahnya.

    Secara ilmiah bioethanol sangat mudah dibuat, baik dari singkong, beras, tebu, gula pasir, nira, atau bahan pangan lain yang mengandung karbohidrat bisa dihydrolisis kemudian difermentasi dengan bantuan kapang menghasilkan ethanol yang setelah dimurnikan bisa menjadi bahan bakar bioethanol.

    Atau mau cari ganti bahan bakar solar? negara kita kaya dengan kelapa sawit,dan buah kelapa. kedua komoditi itu bisa menghasilkan minyak yang bisa menggantikan solar. memang saat ini CPO masih mahal, tapi bukan tidak mungkin dengan perkebunan yang sangat banyak dan sangat produktif, suatu saat harga CPO jauh dibawah harga solar.

    Pada saat orang lain pada stress dan kebanyakan perusahaan sulit bersaing, ini saat yang tepat untuk melejit dan merekrut team2 tangguh.

    Jadi siap2lah menghadapi perubahan ini dengan usaha nyata untuk menjadi lebih baik…

    Salam

    Teguh Wibawanto
    hp 08551009013
    my blog is http://www.teguhwibawanto.blogspot.com

  10. HIDUP LEBIH NIKMAT WALAUPUN BBM NAIK

    BAGI SAYA NAIKNYA BBM MEMBUAT SAYA HARUS BEKERJA LEBIH KERAS LAGI UNTUK MENCARI PENGHASILAN YANG LEBIH BANYAK DARI SEBEBLUMNYA,KARENA MEMANG BIAYA HIDUP SEMAKIN BERTAMBAH BIAYANYA.

    TETAPI DIBALIK INI SEMUA, KALO KITA SEBAGAI ORNG MUSLIM, HARUSNYA LEBIH SEMANGAT BEKRJA DAN JUGA LEBIH SEMANGAT BERDAKWAH, DENGAN NAIKNYA HARGA BBM, NAKA KEHIDUPAN SEMAKIN TERHIMPT, BERDAKWAH AKAN BENAR BENAR LEBIH NIKMAT,LEBIH TERASA, MERASA HARUS BENAR-BANAR MENGGANTI SISTEM SAAT INI. JADI DENGAN AKTIVITAS DAKWAH INILAH KITA AKAN LEBIH NIKMAT. MERASA HIDUPINI LEBIH BERMAKNA, MEMPUNYAI MAKNA YANG LEBIH DI MATA ALLAH. MARI KITA NIKMATI HIDUP INI DENGAN MENYEBARKAN ISLAM, MENEGAKKAN SYARI’AH ALLAH SWT. SEMOGA HIDUP KITA MENJADI HIDUP YANG DIRIDHOI ALLAH SWT.

  11. Arief Setiawan Says:

    Saya marah sekali ketika membaca banyak sekali para pejabat dari tingkat gubernur sampai kelurahan yang menolak BLT (bantuan langsung tunai). Apa alasan mereka menolak BLT, padahal mereka tahu harga2 kebutuhan pokok sudah naik jauh sebelum harga BBM naik. Jika ada di kampung saya lurah yang menolak BLT, saya akan datangi dia dan bertanya apakah dia bisa memberikan jumlah yang sama atau lebih seperti yang pemerintah berikan ke saya. Jika tidak maka jangan tolak BLT.
    Jika saja mereka tau dengan BLT itu saya dapat memberikan makanan yang “layak” untuk keluarga saya, dengan BLT itu saya juga dapat membayar tunggakan uang sekolah anak2 saya dan dengan BLT pula saya dapat membeli baju untuk mengganti baju saya yang sudah robek ini.
    Saya mengerti BLT bukanlah jawaban tapi setidaknya dapat memberikan sedikit harapan.
    Saya pun mulai berpikir kira2 berapa lama pemerintah akan memberikan BLT. Setahunkah, dua tahunkah ? apakah BBM tidak akan naik selama setahun ini ?
    Dalam pikiran saya yang bodoh ini tidak dapat menjawab, tapi yang pasti kehidupan tahun depan tidak akan lebih baik dari sekarang. Apakah saya harus menyalahkan keadaan yang tidak pernah baik untuk orang seperti saya ?
    TIDAK… saya harus berubah…tapi bagaimana ???
    Saya pun terlelap tidur dalam kecapaian…
    Tiba2 saya terbangun dari tidur seperti orang baru bermimpi ketemu setan… ada yang terlintas dalam pikiran saya tadi sepertinya Tuhan dengan murah hati meyelipkan ide gila di kepala saya. Saya teringat akan sebuah buku yang saya baca sambil lalu di sebuah kios buku bekas teman saya, yang saya anggap waktu itu hanyalah buku menjual mimpi bagaimana menjadi kaya dengan cepat.
    Dalam buku itu tertulis tentang me “leverage” asset kita. Wuihhh hebat saya bisa ingat bahasa “bule” itu. Kata teman saya me”leverage” asset itu dalam bahasa gampangnya adalah mendayagunakan asset/harta kita untuk menghasilkan uang. Tapi apa asset saya? Yang ada hanya rumah reot ini yang sudah sesak ini. Penghasilan pun kalo bisa dibilang sanggaaaat pas sekali dan BLT…. Ooooh iya BLT, saya kan dapat BLT dari pemerintah…bagaimana kalo itu aja saya “leverage”kan tapi bagaimana….? Itulah ide gila yang Tuhan berikan ke saya…singkatnya begini saya mendapatkan BLT dari pemerintah sebanyak Rp. 300.000,- sebulan kalo setahun berarti saya mendapat Rp. 3.6 juta. Uang sebanyak itu cukup buat modal jualan mie ayam. Caranya saya akan pergi ke rumah orang paling kaya di kampung ini untuk meminjam uang dengan jaminan BLT tsb lalu 1.5 juta akan saya belikan gerobak mie ayam dan sisanya untuk beli bahan2 mie ayam, kalo masih ada sisa di simpan untuk tambahan modal.
    Dan saya berdoa kepada Tuhan semoga jualan saya lancer dan dikasih laba bersih minimal Rp. 20.000,- sehari. Kenapa Rp. 20.000,- dalam pikiran saya yang bodoh ini uang tsb akan saya bagi dua 10rb buat makan sehari2 dan 10rb berikutnya saya simpan untuk modal. Jadi dalam sebulan saya akan mendapatkan 600rb, 300rb buat makan (jml yang sama dgn BLT pemerintah) dan 300rb buat modal atau untuk bayar hutang ke orang kaya tsb (jaga2 kalo BLT tiba2 dihentikan).
    Dalam angan2 saya jika BLT lancar selama setahun dan Tuhan memberikan rezeki yang lancar sehingga saya dapat menabung 300rb sebulan seperti yang saya rencanakan, maka pada tahun ke 2 saya jualan mie ayam, saya dapat membeli gerobak baru hasil dari menabung tadi. Saya pun akan mendapat dua penghasilan dari gerobak I dan II. Berkat ke murahan Sang Pemberi Rezeki pula saya dapat membayangkan di tahun 3 saya dapat membeli gerobak baru lagi. Dan Insya Allah saya pun dapat keluar dari zona kemiskinan dan kebodohan ini.
    Semua ini dari BLT yang “Cuma” 300rb itu. Jadi jangan tolak BLT. Dikasih uang kok ditolak.
    Hanya sebuah pikiran gila. Bila ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan

    Arief Setiawan
    085695929361

  12. Alhamdulilah BBM naik.
    1. Saya bisa menjadi agen gas elpiji yang sekarang sedang digalakan pemerintah. Ini peluang besar, dimana setiap rumah menggunakan gas elpiji menggantikan bahan bakar.
    2. Perusahaan-perusahaan bidang energi mengalamai keuntungan besar, maka saya harus menjadi mitra perusahaan energi baik dalam negeri maupun luar negeri. Impian saya.
    3. Energi-energi altrnatif muali dilirik orang, maka saya harus bersiap-siap menjadi pemain di energi altenatif. Harapan besar menunggu di depan.
    4. Banyak orang merasa susah. Maka kita harus menjadi leader mereka dalam keluar dari kesusahan.

    Jadi, kalo ingin tetap menikmati hidup dengan kenaikan BBM maka BERMIMPILAH……BERMIMPI YANG INDAH…BERHARAPLAH..BERHARAP YANG BESAR……

    Naryanto

  13. BBM Naik ? Hidup, jalan terus …. !

    Pada dasarnya hidup itu sudah merupakan sebuah nikmat, jadi tidak ada alasan untuk tidak menikmati hidup. Karena kalau kita sudah tidak hidup lagi alias sudah mati yang ada “mungkin” nikmat atau “mungkin” sengsara yang didapat, wawllohu ‘alam, tergantung amalan baik kita di dunia. Jadi selagi kita masih hidup di dunia, diaman darah masih mengalir dalam saluran pembuluh darah kita, jantung masih berdetak sesuai dengan iramanya, nafas masih keluar dan masuk melalui paru-paru dan ruh masih bersama jasad kita, maka tidak ada alasan untuk tidak menikmati hidup. Apapun keadaan dan fakta kualitas kehidupan kita dan tidak tergantung BBM naik atau tidak, nikmatilah hidup.

    Berikut ini, cara menikmati hidup versi saya :

    1. Syukuri dan cintai apa yang dimiliki
    2. Tetap bekerja keras dan tetap berusaha memberi
    3. Cari peluang-peluang
    4. Berfikir dan berperasaan postitif.
    5. Ikhlas dan sabar

    Uraiannya adalah sebagai berikut :

    1. Syukuri dan cintai apa yang dimiliki
    Lihat kedalam diri kita dan inventarisir apa yang sudah kita miliki sampai saat ini. Apa yang sudah dimiliki baik materiil maupun non materiil. Materiil yang sudah dimiliki, memiliki rumah, memliki satu selemari pakaian, memiliki pekerjaan dan lain-lain. Semua materiil ini cintailah dan syukurilah keberadaannya karena masih banyak diluaran sana yang tidak memiliki apa yang kita miliki.

    Misalnya rumah, masih banyak saudara lainnya yang belum punya rumah. Walaupun rumah itu masih ngangsur, bukan rumah mewah, furniturenya masih belum lengkap dan tidak terlalu luas halamanya. Namun tetap syukuri, karena kita bisa pulang ke rumah sendiri, bukan rumah kontrakan. Anak dan istri masih bisa tinggal dan bercengkrama dirumah sendiri bukan dirumah mertua atau orang tuanya.

    2. Tetap bekerja keras dan tetap berusaha memberi
    BBM naik akibatnya harga-harga pada naik inilah fakta yang sudah terjadi. Ditolak ataupun tidak kenaikan BBM kenyataan sudah terjadi, mekanisme pasar sudah terjadi. Jadi yang harus diterima keadaan ini. Walaupun akhirnya harus menghitung-hitung lagi apa yang harus dikurang-kurangi,

    Pada keadaan normal saja kebutuhan hidup layak belum terpenuhi apalagi dengan adanya kenaikan BBM ini, maka tambah jauhlah kecukupan dan kesejahteraan yang diidamkan. Namun apakah harus menyerah dengan keadaan ini ? Hidup dan kebutuhan hidup jalan terus dan kebutuhan tersebut tetap harus dipenuhi,

    Saatnya sekarang bekerja lebih keras dan sedikit cerdas. Misalnya untuk yang sifatnya administrasi, delapan jam kerja dipadatkan menjadi 4 jam saja sehari, sisanya saya akan lebih memfokuskan pada usaha meningkatkan kontribusi pada perusahaan. Sehingga kontribusi saya menjadi lebih besar dan persahaan pada akhirnya mengetahui bahwa saya berkontribusi pada perusahaan. Pada akhirnya saya mendapat reward yang baik. Saya yakin hukum siapa yang menabur dia akan menuai, law of attraction pasti terjadi.

    3. Cari peluang-peluang baru

    Kenaikan BBM, mengakibatkan semua komponen belanja menjadi naik. Belanja rumah tangga naik dan akhirnya gaji yang diterima dari kantor menjadi tidak mencukupi lagi. Justru hal ini membuat kita akhirnya untuk memberanikan diri mencari peluang-peluang baru dengan mencari sumber-sumber penghasilan di luar yang diterima dari kantor. Syukur-syukur peluang yang dicari malah bias menggantikan posisi menjadi penopang utama ekomoni. Rasanya masih banyak peluang diluaran sana yang menjanjikan. Namun kelemahannya adalah keberanian untuk mengambil tindandakan. Termasuk saya juga he .. hee.

    4. Berfikir dan berperasaan postitif.
    Selalu berfikir dan berperasaan positif terhadap apapun yang terjadi pada diri kita dan lingkungan kita. Kenapa harus berfikir dan berperasaan positif ? Karena fikiran dan perasaan kita lah yang mengerakan diri kita. Kalau perasaan dan fikiran kita positif, tujuan yang dituju jelas maka semangat menikmati hidup tetap terjaga.

    Berfirkir positiflah terhadap keadaan sekarang, positif dengan kenaikan BBM. Bahwa pasti keadaan sekarang ini akan menjadi lebih baik. Dan berperasaan positiflah bahwa Alloh swt akan tetap memberikan kemudahan jalan kepada yang mau berusaha dan tetap kreatif. Sesungguhnya “TUHAN itu sesuai sangkaan hamba-Nya”

    5. Ikhlas dan sabar
    Setelah bersyukur dengan apa yang sudah didapatkan dan yang kita miliki sampai saat ini, dengan tetap bekerja keras, dibarengai dengan tetap berfikiir positif dan berperasaan positif seta tetap mencari peluang-peluang baru, maka saatnya kita untuk mengembalikan segala usaha kepada yang memiliki kita. Ikhaskan dan tetap bersabar, karena sesunguhnya rijki yang kita dapatkan itu hakikatnya berasal dari Alloh swt. Jadikanlah salat dan sabar sebagai penolongmu, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar (Al Baqarah [2]:153).- (Rp)

  14. BBM naik !!!
    BBM naik?

    Jika anda membaca dua kalimat di atas, sepintas akan sama tidak ada perbedaan…tetapi hal ini menggambarkan reaksi atas suatu aksi yang sangat berpengaruh besar bagi kehidupan..

    Bagi anda yang menanggapi aksi naiknya BBM dengan emosi tinggi, tentu yang tergambar di kepala anda adalah kemarahan, kekesalan. Tentu anda akan berkomentar yang jelek2…sampai mengumpat2 pemerintah dan menilai hal itu adalah kesalahan yang sangat besar.

    Bagi anda yang menanggapi aksi naiknya BBM dengan kepala dingin dan hati yang tenang, tentu reaksi anda akan langsung ke otak dan berpikir..wah BBM naik bearti harga2 akan naik, kalau begitu saya harus menekan pengeluaran, belajar hemat, harus pandai memilih hal-hal yang harus didahulukan dan yang harus ditunda. Kalau saya ingin tetap hidup enak berarti saya harus bekerja keras.

    Mana yang lebih anda pilih secara logika jika membaca tulisan ini??

    Hal ini menggambarkan bangsa kita, jika lebih banyak bangsa kita yang menanggapi naiknya BBM langsung dengan nada tinggi dan amarah itu artinya bangsa kita memang belum mampu menjadi bangsa yang besar,bangsa yang kuat, bangsa yang bermartabat dan bangsa yang cerdas.
    Kita belum mampu mangandalkan akal dan hati. Sang Khalik mengajarkan kepada hambanya untuk diam, duduk dan berwudhu ketika sedang menghadapi kekesalan bukan dengan amarah. Itu artinya kita harus menghadapi suatu masalah dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

    Naiknya BBM jadikan pemacu/dorongan untuk menjadi lebih baik. Mari kita asah terus akal dan pikiran ini agar mampu menghasilkan peluang, ide2 cemerlang dan ilmu2 yang handal.

  15. Ide untuk tetap ‘menikmati hidup’ ditengah naiknya BBM menurut saya hanya 1 solusi yaitu ‘SBY-MJK’= SULIT BENSIN YA MENDINGAN JALAN KAKI.

Leave a Reply