Jakarta (ANTARA News) - Majalah bisnis Forbes Asia menetapkan Aburizal Bakrie, sekarang Menko Kesra, sebagai orang terkaya peringkat pertama dari 40 orang kaya Indonesia pada tahun ini dengan nilai kekayaan mencapai 5,4 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya 1,2 miliar dolar AS.
Forbes dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Kamis, menyebutkan, 10 besar dalam daftar orang kaya dan nilai kekayaannya sebagai berikut:
1. Aburizal Bakrie dan keluarga : 5,4 miliar dolar AS
2. Sukanto Tanoto (perusahaan April dan Asian Agri): 4,7 miliar AS
3. R. Budi Hartono: 3,14 miliar dolar AS
4. Michael Hartono: 3,08 miliar dolar AS (Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA)
5. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Sinar Mas Group): 2,8 miliar dolar AS
6. Putera Sampoerna dan keluarga (Sampoerna Strategic): 2,2 miliar dolar AS
7. Martua Sitorus (Wilmar International): 2,1 miliar dolar AS
8. Rachman Halim dan keluarga (Gudang Garam): 1,6 miliar dolar AS
9. Peter Sondakh (Rajawali Group): 1,45 miliar dolar AS
10.Eddy William Katuari dan keluarga (Wings Group): 1,39 miliar dolar AS
Disebutkan dalam siaran pers, Forbes Asia dalam mendaftar nama-nama orang terkaya itu menggunakan nilai bersih dengan nilai saham dan nilai tukar pada 30 November. Sedangkan untuk perusahaan swasta yang belum terbuka dihitung dengan membandingkannya dengan perusahaan yang diperdagangkan secara terbuka.
Majalah Forbes Asia yang memuat daftar orang kaya itu akan diedarkan pada 24 Desember dengan gambar sampul depan Edwin Soeryadjaya yang memiliki nilai kekayaan 250 juta dolar AS dan menduduki ranking 29.(*)
(Berita ini bersumber dari Antara tanggal 13 Desember, 2007,)
Rindu Kami Pada Orang Kaya
Saya bermimpi orang-orang kaya itu memiliki mental seperti Abdurahman bin Auf. Dia membagikan 1/3 keuntungan usahanya untuk orang-orang miskin. 1/3 yang lain digunakan untuk pembiayaan yang produktif. Dan hanya 1/3 yang diputar lagi untuk memajukan bisnis.
Atau saya merindukan Usman bin Affan yang menyumbangkan semua barang dagangannya ketika terjadi paceklik di Madinah. Atau mungkin seperti Bill Gates yang menyumbangkan 30% dari kekayaannnya untuk kegiatan sosial.
Ah, andai 10 juta orang kaya di Indonesia menolong dan memberdayakan masing-masing 5 orang miskin maka 50 juta orang miskin di Indonesia bisa terselamatkan. Mungkinkah? Saya rindu pada orang orang kaya yang peduli.
June 6th, 2008 at 11:35 am
Saya tertarik dengan sikap Malaysia yang mencoba merevitalisasi penduduk pribumi miskin agar mampu bersaing sejajar saudara-sausaranya yang lebih maju. Anehnya kita tak pernah terinspirasi ya. Padahal sekelompok orang ini memang sudah maju dan keturunan orang kaya sejak sebelum merdeka. Rakyat kita masih berperang, gerilya masuk hutan keluar hutan, para pedagang sudah kaya dengan menyiapkan tembakau dan roti buat penjajah. Para pedagang pegang gulden, rakyat pegang gobang. Pasca kemerdekaan, yang terselamatkan adalah orang sekolahan dan militer, sudah nmaklum karena mereka yang pelopori kemerdekaannya. Kapan orang miskin punya peran lebih sehingga layak mendapatkan kue Republik ini?
June 6th, 2008 at 12:59 pm
saya rindu ada trainer yang menggratiskan pelatihannya untuk banyak orang dan buku-bukanya.. bukannya pahala Allah lebih besar
mudah-2 gak disensor
June 6th, 2008 at 2:09 pm
Orang miskin punya peran kalau diberi kesempatan, mas. Caranya, ya itu tadi, seperti diutarakan ustadz Jamil, orang kaya harus peduli dulu dengan orang miskin. Bagaimana bentuk kepedulian mereka? Wujudkan, antara lain, melalui zakat, infak dan sedekah. Menurut hemat saya sesederhana itu. Tapi, saya yakin, mas Arifin lebih faham, bagaimana yg sederhana tadi ternyata rumit dan tidak sederhana dalam pelaksanannya. Andai saja orang2 kaya Indonesia tadi menginfakkan 2,5% saja dari kekayaannya yang total 27,86 juta USD (kalau 1/3 bagian barangkali terlau besar buat mereka, tad)… jumlahnya akan banyak sekaliiii… maaf ya kalau saya terdengar cuma “teori” saja.
June 6th, 2008 at 2:28 pm
Memang setiap saat kita harus bertanya, ‘Jika hari ini saya meninggal, prestasi terbaik apakah yang akan kita banggakan dihadapan Allah?
Keberadaan kita harus banyak memberi manfaat buat orang-orang di sekitar kita. Jangan jadi beban, jangan jadi sampah apalagi justeru keberadaan kita menyusahkan orang-orang di sekitar kita
Khusus untuk training, setiap bulan saya punya jatah memberikan training gratis atau cuma cuma kepada organisasi keagamaan, LSM, Mahasiswa, Ormas, dan sejenisnya. Atau kalau mas HMcahyo berkenan, silahkan ikut sekolah di Pesantren wirausaha saya di Klaten Jawa Tengah, cuma-cuma selama satu tahun
Salam Sukses Mulia
Jamil Azzaini
June 6th, 2008 at 5:05 pm
wah kayanya mulai dari kita dulu deh mas. Yah mulai dikit-dikit lah, tapi diniatkan ikhlas. Yah pertama bisa gak 2,5% dari hasil kita bagikan ke orag yang membutuhkan.
June 6th, 2008 at 8:13 pm
pa kabar pak?
hanya mo nyapa…
nice web anyway
June 6th, 2008 at 9:50 pm
Assalamuailaikum mas jamil..semoga keluarga sehat dan putra-i nya selalu bangga dan bahgia.
Ternyata ada 3 hal bagi qta yang ingin belajar mengenai kehidupan kaya dan miskin, karena sebenarnya menurut saya hanya beda tampilan, kecuali pola pikir yang harusnya bisa dilatih, yaitu:
1. Banyak belajar pengalaman hebat maupun buruk orang lain, karena hal ini akan menambah wawasan ketika diposisi tersebut.
2. Banyak melihat prilaku dan sikap orang lain yang berbeda-beda dari tingkatan keilmuan, dengan demikian akan lebih banyak menguasai emosi yang harus diatur ketika bersikap kepada orang lain
3. Banyak menderita , artinya akan lebih matang dari sikap kedewasaan emosionalnya ketika Anda semakin sering belajar sakit hati, belajar jadi orang bawah, belajar jadi behind the scene, qt tidak harus muncul ketika kesuksesan seseorang telah dicapai dan itu hasil dari kerja keras dan cerdas.
Bagaimana kalo semua trainer hebat dikumpulkan dan dibuat kompetisi untuk dapat megubah mindset orang miskin dan kita latih enterpreuner, dan diberi bantuan modal dari sponsor. Sepertinya dibuat reality show TV sangat menarik mas. Saya mau belajar jadi trainer mas.hm.he
Salam hangat dari jogja
June 7th, 2008 at 7:11 pm
Kita semua harus optimis bahwa akan semakin banyak orang kaya yang peduli pada orang miskin, optimisme ini memang satu2nya pilihan sikap yang tersedia (pilihan lainnya ada, tapi tak usahlah kita pilih, bukankah optimisme itu doa sekaligus energi positif) meskipun sesungguhnya saya miris juga membaca berita awal pekan lalu : seorang penyapu jalan di bogor (tidak sampai 100 KM dari pusat pemerintahan & bisnis)mati karena kelaparan di pagi yang dingin, setelah malam sebelumnya tidak kebagian nasi, karena nasi tinggal sepiring harus dibagi pada ketiga anaknya yang kelaparan juga, keluarga ini memang sudah terbiasa makan sekali sehari, kemiskinan yang akut. Konyolnya berita ini hilang tertelan gelombang berita kasus monas. Salam
June 10th, 2008 at 10:59 am
sama, aku juga rindu trainer yang 1/3 waktunya digunakan untuk mentrainer calon-calon trainer secara gratis, untuk dijadikan trainer di kampungnya, di sekolahnya dan dimana saja, kapan ya ada trainer sebaik itu?
June 13th, 2008 at 12:38 pm
saya juga …..palagi hidup di bawah naungan Khilafah
June 23rd, 2008 at 4:55 pm
Assww,
Pak Jamil, tulisan2 & ceramah bpk sangat memberi inspiratif, apakah bpk bisa memberikan training ke guru2 di sekolah Islam TK/SD yg saya supervisi dg fee yg tdk besar krn budget terbatas. Kebetulan minggu ini ada raker guru2 dr tanggal 23 s/d 27 Juni 08 ,dr jam 8 s/d 15.00. Mudah2an bpk ada waktu diantara jadwal tsb.
Mohon kabarnya.
Wassalam,
June 24th, 2008 at 8:40 am
Walaikumsalam wr.wb
Iby Melany kalau untuk guru saya tidak pernah pasang tarif. Selama ada waktu kosong saya Insya Allah bersedia. Nah untuk penagturan jadwal silahkan hubungi mas Rosidin di 08111891212, Saya pulang dari Batam Rabu Malam.
Salam SUKSESMULIA
Jamil Azzaini
June 25th, 2008 at 10:04 pm
Assww,
Alhamdulillah. Pak Jamil saya sudah hubungi Pak Rosidin dan Insya Allah dischedulekan ba’da sholat Jum’at jam 1.30 s/d 2.30. Mudah2an akan banyak membawa manfaat bagi guru2 dlm meningkatkan motivasi dan cara pandang mereka dlm meningkatkan kemampuan mengajar guna mempersiapkan generasi penerus dimasa yg akan datang.
Salam SUKSESMULIA,
E.Melany
July 27th, 2008 at 6:21 am
Assalamualaikum,
Sama Pak saya rindu masa dan waktu tersebut dimana semuanya kembali kepada kasih sayang seperti yang dicontohkan Rasul dan para sahabat.
Sama seperti suatu ketika, presiden RI tinggal disuatu gang dan sama-sama sholat subuh jamaah di musholla kecil kami, setelah itu kami bisa curhat habis-habisan tentang keadaan rakyat ini.
Salam,
Cece Yaya Sudarya
November 13th, 2008 at 1:17 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mas Jamil, Saya termasuk yang intens membaca tulisan - tulisan inspiratif anda. Saya suka dengan tulisan - tulisan anda. Saya sekarang di Purwokerto. Aktif di Lajnah Pendidikan dan Pengajaran Al Irsyad Purwokerto. O ya.. Mas Jamil Pernah ngisi training kubik di Purwokerto belum? Rencana akhir bulan desember guru guru kami di Al Iryad mau mengadakan pelatihan. Kira - kira ada kesempatan untuk membagi ilmunya kepada guru - guru kami? kalo bisa gimana kami bisa mengurusnya? trimakasih sebelumnya.
SALAM SUKSESMULIA.
Wisnu Prasetyo
November 14th, 2008 at 5:03 am
Walaikumsalam, Wr.Wb
Mas Wisnu saya sudah pernah memberikan training di PT Holcim Cilacap (dekat khan dengan Purwokerto). Dikahir Desember 24 - 31 Desember saya akan berguru (belajar) dan tidak bisa diganggu. Maklum mas ilmunya masih perlu ditambah.
Salam SUKSESMULIA
Jamil
November 15th, 2008 at 9:21 am
Assallumu allaikum Mas Jamil..
Menarik sekali mas jamil mampir Disini..
untuk masalah kaya dan miskin tadi !!
saya tingal diperkampungan disekitar kompleks Elit diserpong,dan kebetulan tetangga saya adalah Orang-orang yang kurang mampu,rumah bilik,makan senin kamis anak2 jarang sekolah krn ga punya dana,Kompensai BLT ga dapet karna alasan tertentu…yang lebih Ironisnya lagi ga jauh dari rumah kami adalah Rumah Pak Lurah sang penguasa daerah tersebut …BAGAIMANA INDONESIA MAU MAJU KLU RAKYATNYA BANYAK YANG BEGINI?
December 28th, 2008 at 4:34 pm
Assalamualaikum
semoga ALLAH SWT memberikan kekuatan buat pak Jamil dan teman-teman yang lain…pak Jamil saya salah satu alumni training sukses mulia ( 22-24 Des 2008 )..saya mohon ijin untuk dapat mengutip tulisan Pak Jamil untuk saya gunkan jadi tambahan bahan bakar motivasi bagi saya dan keluarga juga teman-teman pak…Demikian mohon doanya pak agar saya dapat menyelesaikan tantangan 90 harinya
Wassalam