back to niriah

Book

Not Me, Boss

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.

Sejauh ini semuanya berjalan oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.

Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.

Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!

Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut “Not me, Boss! Selama ini saya tidak meminumnya dan juga tidak memakainya Boss, kecuali memasak untuk para Boss!”

(Cerita ini saya peroleh dari rekan saya Daniel, terima kasih atas kirimannya.  Salam SUKSESMULIA, Jamil Azzaini)

 

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | June 27, 2008

8 Responses to “Not Me, Boss”

  1. Saya kurang mengerti di mana letak lucunya…atau di mana letak gregetnya…Mohon pencerahan Pak Jamil. Yang lain juga gak komen kan? Ini berarti bukan saya saja yang nggak mengerti. Ha ha ha..ngeles…

  2. yang ngabisin anggur tu para boss si penunggu rumah ya? apa ini yg dimaksud cek dan ricek sericek-riceknya hehehee….

  3. Hahaahaa… lucu lucu… ini yg pinter ngeles justru di penunggu rumah nih.. giliran yg gak enak (air seni) dia bilang “not me”…

  4. huahahha~~ ^^
    pa jamil ~~ kok … *mikir*

    saiia tau siapa yang mengkonsumsi!! LOL ~~

  5. Nice.he…he lucu Pak.salam kenal dari Bali.

  6. Awalnya saya juga nggak mengerti, tapi kelihatannya tertuduhnya yang baca ya Pak. Karena sang tamu dan penunggu rumah sama-sama nggak ngaku. Atau memang yang minum si tamu karena selalu pulang dalam keadaan mabuk?, jadi dia nggak sadar.

    Yang pasti lucuuu..meski nggak begitu mengerti..?!

  7. assalamualaikum pak jamil, saya temen kecil pak jamil, lebihb tepatnya temennya adiknya pak jamil (anak bungsunya pak akumo)..

    ceritanya lucu sekali, sebetulnya simple…tapi koq pada ngga ngerti, kayaknya perlu kasi training penalaran deh… hehehehe

    wassalam

  8. Jamil Azzaini Says:

    Mbak Deby apa kabar? saya tentu masih ingat, karena keluarga mbak Deby salah satu keluarga yang menginspirasi kehidupan kami dan selalu menjadi bahan cerita di keluarga kami.

    Kemaren tanggal 03 September Siti baru melahirkan anak pertamanya, wah tegang banget. Saya ikut nungguin di rumah, mulai maghrib sampai jam 02.05 dinihari kami semuanya tegang. Siti tidak mau lahir di dokter jadi cuma pakai bidan di rumah

    Salam buat Andri, Beny, dan Ira ya…tentunya salam juga buat Ibunda

    Salam SUKSESMULIA
    Jamil Azzaini

Leave a Reply