back to niriah

Book

Apa Komentar Anda?

Pada 16 Juli, ada dua berita menarik yang perlu dikomentari. Berita itu ada di Rakyat Merdeka dan Media Indonesia. Saya mendapatkan ringkasan berita dan komentarnya dari SMS sahabat saya, mas Ali. Pemilihan berita dan komentarnya menurut saya sangat cerdas dan peduli kepada negeri. Apa komentas Anda tentang berita di bawah ini?

Menteri Negara BUMN Ngotot Jual Krakatul Steel

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil tetap ngotot meminta BUMN PTPN I-IV & PT Krakatau Steel (KS) segera diprivatisasi tahun ini juga (Rakyat Merdeka, 16/7/08)

Komentar Cerdas: Penjualan asset rakyat terus terjadi. Padahal, KS sehat. Bila KS dijual, pasokan baja utk persenjataan TNI dikuasai asing. Penjualan aset hanya untuk para pejabat demi biaya Pemilu.

Asing Danai Pemilu Indonesia

Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) belum dibentuk karena Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum miliki anggaran. Bahkan ketua Bawaslu Nur Hidayat membenarkan stafnya diberi honor dari bantuan asing (Media Indonesia, 16/7/08)

Komentar Cerdas: Kalau Bawaslu didanai asing, jangan heran Pemilu secara keseluruhan tidak lepas dari kepentingan asing.

Nah sekarang, tuliskan komentar Anda. Bebas, asal berkelas dan cerdas (he…he…he…ini khan relatif ya). Yo wis, tulislah sesuai yang ada di pikiran Anda.

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | July 17, 2008

6 Responses to “Apa Komentar Anda?”

  1. Penjualan asset rakyat, dengan dalih untuk hajat orang banyak adalah retorika saja, padahal ujung-ujungnya dapat merugikan rakyat.yang diuntungkan adalah pihak asing sebagai pemegang saham mayoritas, terus kita kebagian apa? “lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang”.

    Salam Sukses Mulia,
    Burhan
    Gresik

  2. Tradisi jualan bagi kebanyakan orang masih taraf belajar. Sebetulnya keinginan selalu menjual itu sifat yang bagus. Pertanyaannya, apa yang hendak dijual? Nah, kalau aset negara yang dijual barulah berubah menjadi persoalan karena negara bukan barang, melainkan kekayaan rakyat dan bangsa negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, penjual aset negara tampaknya lebih cocok dipekerjakan di bagian pemasaran produk barang (dan jasa) saja.

  3. Sekalian saja “Indonesia for Sale”… pasti banyak yang minat koq! para pejabat dan anggota dewan yang terhormat sepertinya senang “garage sale” untuk aset-aset negara kita. Setelah aset negara habis dijual mmm apalagi yach….mungkin harga diri kali ya…

    kasihan para pejuang-pejuang dan bapak proklamator kita dulu… yang berjuang hanya untuk mencapai Indonesia merdeka tapi sekarang…bangsa sendiri yang berjuang untuk dijajah secara ekonomi oleh kaum asing …

  4. Rumus Jualan :
    Tukang Rujak menjual buah dan sambal bukan menjual cobek dan ulekan, Tukang bakso menjual kuah dan bulat bakso bukan menjual gerobak dan kompor, Penyanyi menjual suara bukan menjual leher dan pita suara, Dalang menjual cerita dan keterampilan tangan bukan menjual wayang dan gamelannya….

    Siklus Jualan :
    Baja dijual oleh pabrik baja, pabrik baja dijual oleh bapak mentri, Bapak mentri dijual oleh siapa?

  5. Jualan?…
    Yang namanya jualan pasti cari untung. Tapi yang terjadi pada kita selalu salah hitung..FATAL. Kesalahan dalam jual-menjual asset negara sebelumya juga gak jadi cermin. Mungkin pejabat kita ‘PEDAGANG’ yang pemurah? atau memang ilmu hitung pejabat kita dibawah rata2?

    Asing danai pemilu kita?…
    AS = INDONESIA
    Dulu biaya kampanye presiden bush ikut didanai oleh konglomerat Indonesia. AS ‘disusupi’ kepentingan asing (Inonesia)?. itu mah persoalan pinter-pinteran politikus dalam cari dana aja.

  6. Dari kedua kutipan itu intinya kita belum merdeka alias masih dipengaruhi oleh bangsa asing. “asing” artinya tidak dikenal, alias tidak dikenal oleh budaya kita;dan gilanya lagi bangsa asing tidak mau mengerti budaya kita. Makanya pelaksanaan sila ke-4 dr Pancasila udah nyaris gak ada lagi. Kalo kita rapat/musyawarah dan ada jalan buntu, trus voting (yg terbanyak yg menang). Trus yg suaranya sedikit dikemanain dong?…Makanya budaya asing tsb dimasukkan ke kehidupan kita,yg ada banyak barisan sakit hati & ngawur.

Leave a Reply