back to niriah

Book

Salesman Sayang Istri

Dua orang bertemu di salah satu cafe di Jakarta. Mereka saling berkenalan, satunya bernama Yusuf seorang salesman handal dan orang yang satunya bernama Faishal. “Saya baru saja mencapai target penjualan lima kali lipat” kata Yusuf. “Karena keberhasilan saya itu, saya ingin memberikan hadiah yang sangat berarti buat istri saya,” lanjut Yusuf.

Faishal menjawab, “wah mas Yusuf termasuk yang sangat cinta istri ya. Karena itu mas Yusuf harus memberikan hadiah yang spesial buat istri tercinta. Wanita biasanya akan senang bila dibelikan sesuatu yang bisa dilihat orang lain. Belikan saja dia pakaian yang sangat bagus dan berkelas. Dengan pakaian itu dia akan tampak cantik dan secara tidak langsung itu berarti pujian bagi dirinya bahwa dia sangat cantik dan layak memakai baju bagus dan berkelas itu. Dan perlu mas Yusuf ketahui, tidak ada yang membuat seorang istri sangat bahagia daripada sesuatu yang baru untuk dipakai”.

“Anda luar biasa, anda bisa memberikan makna dari sebuah hadiah. Saya tidak terpikirkan hal itu sebelumnya, sergah Faishal berbinar-binar. Dengan senyum puas, Faishal berkata lagi, “terima kasih mas Yusuf. Nasehat Anda akan meningkatkan romantisme dan kenangan lama kami, Anda benar-benar hebat. Ngomong-ngomong, apakah anda seorang psikolog?”

“Bukan, Profesi saya salesman pakaian jadi”, jawab Yusuf sambil mengeluarkan beberapa brosur bergambar pakaian wanita dari tasnya.

(Mohon maaf bila ada nama dan kejadian yang serupa, maaf juga untuk para salesman yang membaca cerita ini. Cerita ini rekayasa belaka, untuk mengasah otak kanan. Salam Sukses Mulia. Jamil Azzaini)

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | July 22, 2008

3 Responses to “Salesman Sayang Istri”

  1. ada dua kesimpulan yang dapat dipetik dari cerita diatas yaitu 1. Strategi marketing yang jitu disampaikan oleh Mas Yusuf. dengan sedikit gambaran tetapi hasilnya dapat menyentuh alam bawah sadar temannya sehingga besar kemungkinan dapat closing penjualan. 2. tentang kecintaan pada istri ditunjukkan dengan kejutan-kejutan atau hadiah sehingga dapat meraih kebahagiaan dan kemesraan dalam keluarga seperti yang dicontohkan oleh Pak Jamil dan Istri. bukan begitu pak…!

  2. Chandrasekhar Says:

    Komentar sedikit mengenai cerita, Mas Yusuf ini seperti kebiasaan seorang salesmen yang selalu bercerita banyak dan kadang lupa bertanya detai mengenai siapa yang sedang diajak bicara, menurut beberapa referen yang saya dapat bukankah seorang salesmen yang baik harusnya lebih banyak mendengar? Mohon saran bila saya keliru

  3. dari dua cerita mengenai salesman (tidak ada lowongan & salesman sayang istri), ya emang begitu fikir, gerak, dan langkah salesman. Selalu mencari peluang dalam berbagai moment. Seandainya saya seorang tenaga penjualan, saya pun akan begitu. Bagaimana membahagiakan istri juga jadi catatan penting buat kita. Salam sukses mulia Ustadz..

Leave a Reply