back to niriah

Book

Pandangan Tentang “Life begins at 40″

Hari ini, 09 Agustus 2008 saya genap berusia 40 Tahun. Sebagai bahan refleksi diri saya tampilkan dua tulisan tentang “hidup dimulai usia 40 tahun” yang ditulis Rudi Harahap dan Andrew How. Semoga tulisan itu menginspirasi Anda dan menambah makna hidup Anda.

40
Rudy Harahap, Republika 15 Agustus 2003
Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (surat Al ‘Ashr)

Seseorang merayakan ulang tahun di hari ini. Dengan mata berbinar, ia meniup nyala lilin yang menunjukkan angka 40. Tepuk tangan mengiringi padamnya nyala lilin. Lalu, para sejawat menyalaminya, sembari mengucapkan, ”life begins at 40.” Seseorang yang merayakan ulang tahun tersenyum puas. Ya, kehidupan dimulai pada usia 40!

Kita yang merasa diri modern, agaknya, setuju dengan ungkapan tersebut. Lahir dari rahim kultur Barat, ungkapan itu merefleksikan fase kehidupan anak-manusia. Melewati pengasuhan, seorang anak memulai penempaan dirinya, di bangku pendidikan dasar hingga ke perguruan tinggi. Masa pendidikan ini merupakan persiapan memasuki masa bekerja.

Masa bekerja ini, katakanlah, di saat usia 25. Usia seperti itu sungguh enerjik, penuh vitalitas untuk membangun karier. Budaya Barat yang mengedepankan perencanaan hidup yang matang, menyebabkan seseorang memiliki dinamika yang tinggi didukung kesehatan fisik yang prima untuk mewujudkan rencana hidup (baca: karier).

Lima belas tahun ke depan, selaiknya ia telah berada pada karier yang mapan. Tak mengherankan, pada usia 40, kehidupan seseorang ditentukan: sukses atau gagal. Seseorang yang berhasil mewujudkan impian, meraih karier tertinggi, niscaya tersenyum puas sembari mendesis, ”hidup (kesenangan) dimulai di usia 40.”

Seseorang berulangtahun ke-40 hari ini. Tapi, ketika pesta ria usai, apa makna usia 40? Islam sesuai surat Al ‘Ashr justru tentu tak memberikan batasan waktu. Surat tersebut, berdasarkan pemahaman saya yang awam, menawarkan kesadaran betapa tiap detik waktu kita di bumi beharga. Betapa mereka yang lalai menghiasi waktu dengan kebajikan menjadi sosok yang merugi. Al’Ashr mengingatkan kita betapa sedikit waktu yang dimiliki.

Tak mengherankan, Rasulullah SAW mengingatkan, ”Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

Tapi, akankah kehidupan baru dimulai, di usia 40? Kendati Islam mengajarkan setiap detik yang dimiliki beharga untuk menghiasi kehidupan ini dengan amal kebajikan, agaknya, pejalan ruhani pun memaknai (usia) 40. Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba’I Bahrul Ulum di bukunya As-Sair Wa As-Suluk (Penerbit Lentera) mengungkapkan, Muhammad diangkat sebagai rasul pada usia 40.

Berdalih akal manusia sempurna pada usia 40 sesuai kemampuannya, ia mengandaikan, perjalanan manusia di alam materi (di antaranya pertumbuhan fisik yang dimulai 0 tahun) berakhir di usia 40. Seiring berakhirnya perjalanan di alam materi, manusia memasuki perjalanan menuju akhirat. Dalam bahasa berbeda, seiring dengan merapuhnya fisik, selaiknya manusia kian mengisi waktunya dengan memperbanyak ibadah (ia mengandaikan dengan ”dimulainya perjalanan roh.”).

Berkaitan dengan usia 40 ini, ia mengutip sebuah riwayat, ”barangsiapa yang telah mencapai usia 40 tahun dan belum mengambil tongkat, maka ia telah bermaksiat.”Takwil tongkat ialah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju akhirat.

Angka 40, bagi Muhammad Mahdi, pun berkait dengan 40 “maqam” pada suluk yang dimulai dengan “maqam” ikhlas. Ini sesuai dengan Hadis Nabi yang dikutipnya ”Barangsiapa mengikhlaskan (amalnya) semata-mata untuk Allah selama 40 hari, maka akan muncul sumber-sumber hikmah dari hati melalui lisannya.”

Mungkin kita belum patut menjadi salik yang mencelupkan diri pada suluk. Namun, dari pelajaran suluk itu, kita dapat memetik tangkai kearifan saat melanjutkan kehidupan di usia 40. Adakah di saat tubuh mulai merapuh sesuai sunnatullah siklus pertumbuhan biologis justru memasuki masa penyurutan di usia 40 kita mulai mengembangkan kekayaan ruhani, kematangan emosi, dengan melipatgandakan peribadatan.

Jangan-jangan terpengaruh budaya Barat, kita enggan menggenggam tongkat, dan mengikuti ungkapan ”hidup bersenang-senang dimulai pada usia 40” sehingga tercebur ke genangan maksiat. Seseorang yang berulangtahun ke-40, sudahkah engkau ambil tongkat, untuk memulai perjalanan roh?

Kehidupan Baru Dimulai Umur 40 Tahun

(Andrew How, Pembelajar 16 Agustus 2006)

“A man is not old until regrets take the place of dreams. ? Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya.” Mark Twain, dalam suratnya kepada Edward L. Dimmitt, tertanggal 19 Juli tahun 1901.

Usia bukanlah faktor penentu kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Pertambahan usia tidak mengurangi semangat ataupun membuat hati saya risau. Sampai suatu ketika saya disapa om (paman) oleh seorang anak kecil. Saya membatin, “Rupanya pertambahan usia sudah terlihat dalam penampilan saya.”

Apalagi sejak memasuki usia 40 tahun, saya merasa energi dan stamina mulai menurun. Padahal sebelumnya saya masih merasa segar meskipun udah memandu sebuah seminar yang diselenggarakan selama selama 2 hari 1 malam. Penurunan fungsi organ tubuh juga saya rasakan ketika membaca buku tiba-tiba hurufnya kabur. Setelah saya angkat agak jauh barulah kelihatan.

Saya terpaksa berobat ke dokter spesialis mata. Tetapi dokter menyatakan saya harus mengenakan kacamata plus ukuran 1,5. Ketika saya bertanya apakah ada alternatif lain untuk memperbaiki kondisi mata saya, misalnya operasi atau terapi? Dengan santai tetapi tegas dokter itu menjawab tidak bisa. Jawaban itu seketika membuat saya seakan-akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Kemudian salah seorang teman saya mengomentari, “Nasi sudah jadi bubur, mata basi sudah jadi kabur. Kehidupan dimulai di usia 40 berarti mulai budek (kesulitan mendengar), mulai pikun, mulai terserang tekanan darah tinggi, mulai cepat lelah, mulai cepat bingung, mulai begini begitu!” Di samping berkurangnya fungsi organ tubuh, tanggung jawab di usia 40 tahun juga semakin besar entah sebagai orang tua, anak, dan pasangan. Apakah ungkapan yang menyatakan bahwa kehidupan dimulai di usia 40 hanyalah slogan belaka
untuk menutupi rasa frustasi karena kebutuhan semakin besar sedangkan pendapatan menurun, atau hanya untuk menghibur diri karena diliputi
kekhawatiran akibat pertambahan usia dan penurunan fungsi organ tubuh
serta penampilan?

Suka atau tidak suka itulah kenyataan yang harus saya terima. Tetapi saya tidak pasrah begitu saja, karena pasti ada hikmah dibalik semua itu. Pepatah mengatakan, “Every adversity, every failure, every heartache carries with it the seed on an equal or greater benefit. Setiap tantangan, kegagalan, dan kesedihan menciptakan awal keberuntungan yang luar biasa.”

Saya tak ingin berlama-lama menyesali segala yang hilang seiring bertambahnya usia. Lebih mendisiplinkan diri melakukan pola kehidupan sehat sesegera mungkin adalah ide yang melintas begitu saja di dalam benak saya kala itu. Bertambahnya usia membuat saya berusaha lebih disiplin meluangkan setiap pagi berolah raga, yaitu berjalan diatas treadmill sekurang-kurangnya 45 ? 60 menit sambil menonton televisi khususnya berita terhangat di dunia.

Sementara untuk kebugaran tubuh dari dalam, sebagai seorang vegetarian saya selalu minum 5 jenis sari buah & sayur setiap bangun pagi. Saya juga mengkonsumsi makanan kesehatan alami. Hal itu saya lakukan supaya tubuh mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, meskipun saya membatasi konsumsi makanan untuk menjaga berat badan tidak lebih atau kurang dari 68 kilogram. Kebiasaan berolah raga, minum sari buah dan sayuran, serta melengkapinya dengan makan makanan kesehatan cukup membantu upaya saya menjaga energi dan stamina tubuh tetap bugar meski usia merangkak naik.

Di sela kesibukan, saya upayakan belajar dari buku, internet, atau fenomena kehidupan sehari-hari. Saya lakukan hal itu secara berkesinambungan. Ilmu pengetahuan yang telah saya peroleh dari aktifitas belajar merupakan sumber semangat dan inspirasi untuk menulis buku. Jadi meskipun usia bertambah, ilmu pengetahuan memungkinkan saya lebih produktif dalam bekerja dan menulis buku.

Semakin bertambah usia mendorong saya untuk memperbanyak waktu mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Aktifitas spiritual saat sembahyang dan berdo’a menjadi sumber keseimbangan dan kedamaian hati. “Science without religion is lame, religion without science is blind. Ilmu pengetahuan tanpa agama akan timpang, sedangkan agama tanpa ilmu juga akan buta,” kata Einstein. Di usia yang merambat naik diatas 40, aktifitas menjalankan ibadah memperbesar kekuatan di dalam diri saya untuk melaksanakan tanggung jawab dalam pekerjaan dengan benar dan lebih baik, begitupun tanggung jawab sebagai ayah, anak atau sebagai pasangan.

Pertambahan usia membuat saya ingin lebih lama bersama keluarga, sebab selama ini saya lebih banyak menggunakan waktu untuk bekerja. Saya menyisakan lebih banyak waktu bersama anak-anak dan istri. Bermain dan tertawa bersama mereka membuat saya merasa lebih muda 10 tahun.

Meski usia sudah 44 tahun, saya masih dapat menciptakan kemajuan lebih besar, menikmati kebahagiaan dan hidup lebih baik. Semua itu tidak selalu terkait dengan uang, melainkan pola hidup dan makan yang sehat, serta memperbanyak waktu untuk keluarga dan belajar serta mempertebal keimanan. Cara itu telah membuat saya benar-benar menikmati fase hidup diatas usia 40 tahun. Serasa kehidupan yang baru saya mulai.


Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | August 9, 2008

20 Responses to “Pandangan Tentang “Life begins at 40″”

  1. Pak Jamil selamat berulang tahun. Sukses mulia untuk antum!

    Btw, postingan antum membangkitkan kenangan pada rekan kami yang kini telah almarhum: Rudy Harahap. Fyi, beliau meninggal lebih kurang setahun sejak tulisan tersebut dibuat (http://202.155.15.208/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=172725&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=283)

  2. Selamat milad Pak….
    Terima kasih untuk inspirasinya selama ini.
    Semoga sukses selalu !!

  3. Ass..
    Selamat Ultah mas jamil. Tanggal lahir kita sama 09 Agustus, beda tahun, tua-an mas jamil..he he. Terima kasih postingannya mas..
    wss

  4. Assalamu’alaikum

    Pak Jamil selamat Ulang tahun ya… mduahan-mudahan di lembaran baru ini samakin menambah inspirasi untuk ummat…

    Rahmadsyah

  5. toto priyana Says:

    selamat ulang tahun mas Jamil..

    sukses yang disyukuri mendatangkan keberkahan abadi

    selamat berkarya yang terbaik selalu.

    salam sukses mulia,
    toto priyana

  6. Selamat Ulang Tahun Pak Jamil, semoga tambah sehat, expert, mulia dan bersemangat dalam berprestasi

  7. Selamat ya pak… makin tambah umur, makin tambah hikmatnya. Amin

  8. assalamualaikum ww,
    selamat ulang tahun Pak Jamil. Sehat selalu, tercapai apa yang jadi impian dan diberkahi keluarga yang soleh dan solehah. Tulisan anda selama ini telah banyak memberikan sesuatu kepada kami, teruslah pancarkan cahaya kebaikan lewat tulisan-tulisannya.

  9. nubla hasna Says:

    Met ultah ya Pak Jamil. Smoga Bapak & keluarga selalu dilindungi oleh Allah SWT dan terus menebarkan EPOS.

  10. Selamat Ulang Tahun Pak Jamil, semoga selalu berbahagia, panjang umur dan sehat selalu yach pak, dari johanes ariffin wijaya dan keluarga

  11. ahmad rosyidin Says:

    Mas Jamil nitip ya undangan sebagi berikut :

    Dengan segala kebahagiaan hati kami mengundang saudara-saudara untuk menghadiri acara :

    LAUNCHING dan SEMINAR BUKU KUBIK LEADERSHIP EDISI REVISI
    Tulisan Farid Poniman, Indrawan Nugroho dan Jamil Azzaini

    Jum’at, 15 Agustus 2008 Pukul 16.00-18.00 WIB
    bertempat di Function Gramedia Matraman Jakarta Timur

    Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya

    Salam SUKSESMULIA

    Ahmad Rosyidin MB
    Promotion Supervisor
    KUBIK Training & Consultancy
    http://www.kubik.co.id
    021-798 3661

  12. Assalamu alaikum
    Salam sukses, bwt mas jamil. Anda adalah isnpirasi bagi saya. terimaksh..atas TOBE dan EPOS nya.

  13. maiyesni kusiar Says:

    Met ultah , moga tambah dekat dengan Allah SWT.sukses dan mulia

  14. Selamat Milad… semoga kita semakin tersadar umur kita semakin berkurang. Saling menasehati, dan saling memberikan do’a. Untuk kejayaan kehidupan kita… dunia dan akherat. Amiin….

  15. Selamat Milad. Semoga berkah

  16. Erwan.nugraha Says:

    Pak Jamil Selamat ulang tahun sukses dan mulia selalu Semoga kebaikan Pak Jamil di balas oleh Allah swt.Amiien

  17. Selamat ulang tahun mas Jamil. Semoga sukses mulia

  18. Iman W. Sujianto Says:

    Mz Jamil, selamat ultha ke 40, semoga tetap bersemangat menyebarkan epos dimanapun dan kapanpun, thank u atas ilmunya. moga bermanfaat buat kami dan teman-teman kami.
    Sukses Mulia.

  19. selamat ya masjamil,mudah mudahan tambah mulia hidupnya,ide nya semakin fress bagai daun muda.OK.RUARrrrrr… biasa

  20. JANGAN LUPA KALO LEWT KEBUMN SMS SY,DAN BELILAH OLEH OLEH Kas gombong LANTING dan sms sy .OK.

Leave a Reply