Ada buku menarik yang saya baca Judulnya Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian. Buku ini saya beli di Surabaya. Saya kagum dengan sosok yang diangkat dalam buku ini. Namanya Ust. Lihan. Bersahaja, dermawan dan cerdas. Ustadz sekaligus pengusaha. Saya kutip tulisan beliau dari web pribadi beliau http://lihan.net Semoga bermanfaat.
Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini
“Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian” Itulah judul buku pertama saya yang di di buat oleh Ahmad bahar dari Jakarta .Saya terkejut juga ketika ada seorang pengarang buku yang datang kerumah saya pada suatu malam yang gelap kira kira 3 bulan yang lalu.Di rumah saya beliau mengutarakn maksudya ingin menulis sebuah buku tentang perjalanan hidup saya .Setelah saya pikir saya terima tawaran beliau untuk di wawancarai guna membuat sebuah buku .Setelah satu bulan kira-kira pak Bahar memberitahu saya bahwa buku segera naik cetak.Belaiu bertanya perlu koreksi tidak lalu saya berkata nggak usah di koreksi saya percaya saja dengan bapak kata saya waktu itu .Beberapa minggu kemudian pak Bahar membertahu saya bahwa launching buku akan di selenggarakan di Gramedia Matraman Jakarta tanggal 9 Agustus bertepatan satu bulan setelah ulang tahun saya .Ketika itu buku saya di cetak 5000 eksemplar ,pak Bahar berkata kenapa hanya 5000 cetak saja 10000 waktu saya berkata sambil bercanda takut tidak habis kan sayang he he he.
Tanggal 9 Agustus di Gramedia Matraman jam 4 sore hadirlah saya di sana untuk acara launching buku saya .Di luar dugaan saya begitu saya masuk di depan gedung itu ada ucapan dari Bapak Gubernur DKI Pak Fauzi Bowo yang isinya “Selamat Atas Launching Buku Ustadz pun Bisa menjadi Pengusaha B(e)rilian .Wah ternyata Pak Fauzi Bowo masih ingat saya walaupun beliau sibuk masih sempat memberkan ucapan selamat.Begitu saya masuk ruangan terkejut juga saya ternyata sudah banyak undangan yang hadir mereka ada dari Pondok Pesantren,Artis ,MUI ,Perbankan dan lain lain.Singkat cerita setelah acara selesai ternyata banyak yang membelu buku saya waktu itu mereka meminta tanda tangan .Saya merasa bak seorang artis yang baru beken he he.
Setelah dua hari Pak Bahar memberitahu bahwa buku saya sudah terjual 2500 eksemplar wah tinggal 2500 lagi dong sisanya.saya sebenarnya nggak habis pikir kenapa buku tentang saya itu bisa laris manis bahkan mengalahkan buku-buku lain yang di tulis pak Ahmad Bahar sebelumnya.Menurut saya buku itu biasa saja banyak orang yang jauh lebih sukses dari saya lebih terkenal dari saya tapi mungkin saja gaya tulisan Ahmad Bahar yang menbuat buku itu enak di baca .
Sekarang buku itu sudah di cetak kembali menjadi 10.000 untuk cetakan kedua karena buku cetakan pertama sudah habis .Dulu niat saya hanya berbagi ilmu agar bisa di baca oleh semua lapisan masyarakat dan alhamdulillah buku saya laris .Mudah-mudahan banyak pembaca yang termotivasi dan terinspirasi setelah memmbaca buku tersebut Amien.
September 7th, 2008 at 5:46 pm
kisanh kisah seperti itu sangat menginspirasi bagi kami yg gemar mencari sesuatu yg baru untuk juga berbagi kembali bersama teman teman lain dan mebangun pencerahan
September 7th, 2008 at 9:17 pm
Memang bangsa ini sedang haus contoh dan suri tauladan. Kisah-kisah orang masa kini yang bisa dijadikan suri tauladan sangat kita rindukan. Semoga mas Danu Kuswara satu diantaranya
Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini
September 8th, 2008 at 9:37 am
Judul buku yang ‘menggoda’! Sebuah fenomena yang luput dari perhatian publik dan pastinya bisa memberi inspirasi banyak orang–termasuk saya. Bisa jadi akan muncul juga, “Ustadz pun bisa jadi MasterMotivator”. he..he..
Salam SuksesMulia
September 8th, 2008 at 12:39 pm
Duh, saya ketinggalan berita nih pak…Inspiring of life. Kapan ya bisa ikut kembali acara2 bapak…
Salam Sukses Mulia.
Yeti
September 8th, 2008 at 1:17 pm
buku itu bisa menggugah kita, bahwa sebenarnya apapun latar belakang kita, kita bisa menjadi pengusaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
October 13th, 2008 at 9:24 am
Alhamdulillah. Sy. pernah ketemu Ust. H. Lihan di Aula Pemda Kalsel saat sy. satu forum dengan beliau. Inilah bukti bahwa orang yang amat sederhana tidak tampak spt orang terkaya tapi beliau adalah sebuah contoh baik bagi pemimpin negeri ini bukan hanya menebar Epos tapi beliau udah benar-benar menjadi Gardu Epos maka Allah agkat derajatnya. Kalau dia buka usaha dia tidak berpikir untung atau rugi tapi hanya berpikir bagaimana sy. bisa membuka usaha dan lapangan kerja bagi orang lain. Infak Dia untuk sosial sekitar 1 M/ per bulan dan proposal yang masuk di rumahnya yang sederhana tumpukannya hampir 2 meter tiap bulannya. Subhanallah
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa berkarya dan berusaha menjadi gardu Epos di bidang dimana kita bisa berkiprah untuk kebaikkan sesama.