back to niriah

arrow Kategori

Book

Kita Museumkan Kemiskinan


Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,
Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial-ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.

Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoretis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang (Seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas di pihak rakyat.

Saya percaya sepenuh hati bahwa kita bisa menciptakan dunia yang bebas-kemiskinan bila secara kolektif kita mempercayainya. Dalam dunia yang bebas-kemiskinan, tempat satu-satunya Anda bisa melihat kemiskinan adalah di museum-museum kemiskinan. Ketika anak-anak sekolah berkunjung ke museum-museum kemis+kinan itu, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinadinaan yang harus dilalui sebagian umat manusia. Mereka akan menyalahkan leluhurnya karena mentolerir kondisi yang tidak manusiawi yang sudah berlangsung begitu lama atas begitu banyak orang ini.

Seorang manusia lahir di dunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada yang punya peluang untuk menggali potensi mereka sampai takaran tertentu, tapi banyak lainnya yang tak pernah mendapat kesempatan apapun seumur hidupnya untuk menguak bakat-bakat menakjubkan yang hadir bersama kelahirannya. Mereka mati tanpa pernah tergali dan dunia tak pernah merasakan kreativitas dan sumbangsih mereka.

Grameen telah memberi saya keyakinan tak tergoyahkan mengenai kreativitas manusia. Hal ini telah membuat saya meyakini bahwa manusia tidaklah terlahir untuk menderita sengsara akibat kelaparan dan kemiskinan.

Bagi saya orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon tertinggi dalam pot kembang, Anda pun mendapat replika dan pohon tertinggi itu, namun tingginya hanya sekian inci. Tak ada yang salah dengan bibit yang Anda tanam, hanya lahannya saja yang sama sekali tidak memadai. Orang miskin itu orang bonsai. Tak ada yang salah dengan bibitnya. Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa melejitkan energi dan kreativitas mereka, kemiskinan akan lenyap dengan cepat.

Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan energi dan kreativitas mereka.

Bapak dan ibu sekalian, Akan saya sudahi dengan menyatakan penghormatan saya yang mendalam kepada Komite Nobel Norwegia karena mengakui bahwa masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan miskin, mempunyai potensi sekaligus hak untuk menjalani hidup dengan layak, dan bahwa pembiayaan mikro bisa turut melejitkan potensi itu.

Saya percaya bahwa penghargaan yang Anda berikan pada kami ini akan mengilhami lebih banyak lagi inisiatif berani di seluruh dunia untuk membuat gebrakan bersejarah dalam mengakhiri kemiskinan global.
Terima kasih. 


(Pidato Muhammad Yunus, Saat Menerima Hadiah NOBEL Perdamaian 2006.  Terima kasih kepada R.Kintoko yang telah mengirimkan artikel ini kepada saya. Salam Suksesmulia. Jamil Azzaini)

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | October 14, 2008

8 Responses to “Kita Museumkan Kemiskinan”

  1. Ispiratif sekali..Mksh pak jamil

  2. Menarik Pak Jamil, yang penting untuk direnungkan adalah Seorang manusia lahir di dunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara (Perubahan dari dalam ke luar)

  3. […] saatnya Kita Museumkan Kemiskinan Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari […]

  4. Mas Jamil,

    mungkin ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu mengurangi kemiskinan sekaligus beramal :

    - Jangan berlangganan koran tetapi belilah dari penjaja koran di traffic light, anda tetap mendapat koran yang sama dan itung2 amal.
    - Sekali2 belilah makanan di warung2 atau penjaja makanan yang lewat di depan rumah, walaupun sedang tidak kepingin tetapi anda bisa memberikan makanan tersebut kepada orang disekitar anda yang membutuhkan. ini bisa membangkitkan roda perekonomian dan sekaligus… itung2 amal.
    - Jangan menggunakan mesin cuci atau pergi ke laundry tetapi pakailah pembantu rumah tangga - walaupun susah mencarinya - hal ini bisa membantu anda menghemat pemakaian listrik dan…itung2 amal
    - Apabila anda diundang orang jangan malu untuk meminta sisa makanan untuk dibungkus untuk diberikan kepada orang2 yang kelaparan, hal ini membantu mengurangi pekerjaan pembersih ruangan di rumah makan tersebut dan …itung2 amal

    Mas Jamil untuk yang terakhir ini saya cukup sedih melihat sisa2 makanan di sebuah restoran atau bekas hajatan atau di hotel yang dibuang begitu saja di tong sampah. Padahal jika kita mau sedikit susah untuk memilah sisa makanan yang masih layak dan tidak layak, hal tersebut dapat membantu orang yang kelaparan. Kalau hal ini dilakukan diseluruh Indonesia sepertinya masalah kelaparan di Indonesia bisa terbantu teratasi. Bagaimana pendapat anda ? He..he..he kok malah balik tanya ya.
    Thanks

  5. mas artikelnya saya publish ulang di situs saya, minta ijin yah. trims.

  6. […] jamil.niriah.com Bookmark Artikel Ini:Close Bookmark and Share This Page Save to Browser Favorites / […]

  7. tidak usah, capek-capek cari solusi, karena solusi apapun yang ditawarkan/diterapkan tidak akan pernah membawa kesejahteraan dunia akhirat kecuali dg menerapkan syariat Islam secara kaffah. Sebaiknya kita sebagai seorang Muslim menyadari bahwa kita tidak pantas hidup dalam sistem kapitalis karena kalau kita masih mempertahankan kapatalis ibarat ikan hidup di darat yg bukan dunianya tentu akan menuju kepada kebinasaan yaitu sengsara dunia akhirat.Semoga kita tidak termasuk orang2 yang meragukan kebenaran dari Allah.

  8. Sabaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lainnya. Pemberian yang kita berikan kepada orang lain mungkin tidak dibalas dengan hal yang sama, tapi percayalah kita akan banyak mendapat manfaat dan kemudahan dengan banyak memberi

Leave a Reply