Hingga saat ini saya merasa bahwa saya belumlah menjadi suami dan bapak yang ideal. Berbagai upaya saya lakukan untuk menuju kesempurnaan sebagai suami dan bapak bagi anak-anak saya. Berbagai buku dan seminar yang berkaitan dengan tema suami atau menjadi orang tua teladan telah saya ikuti.
Saya juga mendatangi orang-orang yang katanya hebat dalam urusan ini. Bahkan saya pernah cuti 26 hari untuk mengikuti seseorang yang kabarnya berhasil menjadi orang tua. Semua perilaku hidupnya saya amati. Banyak pelajaran yang saya petik dari guru kehidupan saya tersebut.
Pengalaman menarik ketika saya mendatangi seseorang di Bekasi untuk berdiskusi tentang keluarga ideal. Setelah sekian lama berdiskusi akhirnya saya pamit pulang. Ketika saya menjabat tangannya untuk pamitan dia mengatkan “selamat keluarga anda adalah ahli surga,” langsung saya jawab “dari mana Anda tahu kami keluarga ahli surga?” “Ciri keluarga ahli surga adalah bersyukur dan bersabar,” jawab sahabat saya.
Segera saya timpali, “darimana Anda tahu kami keluarga yang bersyukur dan bersabar”. Dengan cepat dia jawab, “Mas Jamil bersyukur karena mendapat istri yang hebat. Semantera istri mas Jami bersabar dapat mas Jamil”. Kami tertawa, dan rasanya sahabat saya benar. Saya memang benar-benar bersyukur mendapatkan istri saya dan semoga dia bersabar mendampingi saya.
October 17th, 2008 at 9:59 am
ketika pertama kali training yang mengisahkan lika-liku kehidupan Bp.Azzaini,saya sangat tertarik pada kisahnya.Terlebih mengenai motivasi2 yang diberikan,memang pertama dengar sih langsung bisa menggugah semangat,tapi ketika dah nggak ato lama nggak “semedi”,hehe .. rasanya kok masih ada yang nggak enak ya.
Ternyata sulit jadi orang yang bersabar,hehe …
Tapi ini baru dalam usaha ..insyaAlloh bisa,amiin ..
October 17th, 2008 at 11:22 am
Pak Jamil, idealnya memang harus demikian, bagaimana sikap yang harus dilakukan kalau istri kita belum bisa bersabar terhadap kita? mungkin indikatornya si istri sering memarahi dan berantem dengan suami. mohon feedbacknya Terima kasih.
October 17th, 2008 at 11:28 pm
terimakasih pak jamil
October 21st, 2008 at 10:55 am
Assalamu’alaikum
Terkadang saya mendengarkan kajian bapak jamil di salah satu station radio,..saya selalu terkesima dan sering berfikir indahnya jalan dan cara pandang hidup seorang bapak jamil ini menjalani hari-harinya bersama keluarga dan relasinya,..telah terbukti rasanya, anda adalah orang yang bijak dalam keluarga anda dan juga lingkungan. Saya sempat bertemu waktu itu dengan anda pak,..yang saya rasakan adalah anda telah memberikan energi positif bagi banyak orang,..dan yang saya sukai dari motivasi bapak adalah suatu gairah dan pencerahan yang sangat bermakna dalam memandang kehidupan ini,..
saya bersyukur bisa mengenal anda pak,..meski bapak tdk mengenal saya,..dan memang anda beserta keluarga adalah ahli surga yaitu merasakan kesabaran serta kesyukuran yang diberikan oleh ALLAH SWT pada anda..
Terimakasih bpk Jamil
October 21st, 2008 at 6:22 pm
mmmhhh… ini membicarakan yg mana mas… hehehehe
October 22nd, 2008 at 4:30 pm
Saya jadi inget Signature teman saya, yang bunyinya begini:
Senantiasa Bersabar dan Bersyukur..itu aja deh..!!
October 23rd, 2008 at 1:24 pm
Inspiring…saya menangis membacanya.Insya Allah saya bersyukur mendapatkan suami saya saat ini, semoga dia bersabar kepada saya, Semoga Allah memasukkan kita semua sebagai Ahli syurga, amin.
October 24th, 2008 at 7:25 pm
Pak ke Tulungagung bagi Ilmu nya dong!!!! Syukron !!!!
October 29th, 2008 at 11:28 am
Wah, setahu saya istri mas Jamil memang sudah banyak bersabar menghadapi mas Jamil, he he he. Salam buat keluarga. Apakah anak-anak jadi pindah sekolah ke Sawangan?