back to niriah

Book

Bagaimana Menghadapi Krisis Keuangan Global?

Semua bursa dunia anjlok.  Beberapa perusahaan yang masuk dalam deretan 500 perusahaan terbaik dunia versi majalah Forbes/Business Week sudah mulai berguguran satu per satu.  Negara Islandia menuju kebangkrutan.  Puluhan negara sudah meminta bantuan IMF.  Awal tahun 2009 menurut para ahli akan terjadi PHK masal.

Selain melanda dunia bisnis, krisis keuangan global juga mulai menyerang anggota masyarakat.  Bahkan Metropagi salah satu acara di Metro TV pagi ini melaporkan bahwa 80% masyarakat AS stres akibat krisis yang melanda negaranya.  Warga AS yang merupakan negara adidaya, polisi dunia sehingga dengan seenaknya menyerang negara lain dan membunuh warga sipilpun stress.

Bagaimana agar krisis keuangan global tidak membuat kita stress? punya ide atau gagasan? tulis di sini ya biar sharing dengan yang lain sehingga kita semua siap menghadapi bila krisis itu benar-benar singgah di negeri kita

Salam SUKSESMULIA

Jamil Azzaini

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | October 29, 2008

10 Responses to “Bagaimana Menghadapi Krisis Keuangan Global?”

  1. Krisis global akan sampai didekat kita namun tidak akan ngaruh kepada kita kalau kita sudah mempersiapakan diri
    jauh-jauh hari, bukan hanya krisis global kejadian apapun akan kita lewati dengan tetap cool dengan catatan kita selalu siap.
    Sipa ketemu yang enak dan sesuai dengan keinginan kita dan siap pula dengan susah dan tidak sesuai dengan harapan kita.
    Karena semua peristiwa yang terjadi selalu mengandung kebaikan untuk kita
    “Boleh jadi suatu peristiwa engkau sukai tetapi tdk baik untukmu sekalian, dan boleh jadi suatu kejadian tdk engkau sukai namun itu baik bagimu” (Al-Qur’an)

  2. Ass.wr.wb.

    Yang namanya hantu krisis tersebut sekarang sudah dihadapan kita dan nggak bisa dihindari lagi.
    Jadi semuannya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dibalik krisis ini tentu ada peluang. Kalau dulu kita bikin tempe impor kedelai dulu. Mau makan nasi impor beras dulu, maka mulai sekarang lita dapat mulai menanam kedelai untuk bikin tempe, tanam padi sendiri buat makan dsb.

    Wass wr.wb.
    gunawan

  3. kalau ngadepin krisis keuangan aja udah panik, gimana kalo ngadepin kematian. Kalo orang beriman sih gak usah panik anggap aja cobaan. karena semua itu akan berakhir tinggal masalah waktu. tull gak..hehe

  4. Untuk menghadapi krisis global, sudah saatnya bangsa kita ini yang mayoritas muslim, kembali ke Al Qur’an dan Sunnah, kembali ke ekonomi Syariah yg sudah jelas-2 teruji hampir 700 tahun di masa lalu.
    Masalahnya di masyarakat dan pejabat-2 kita masih “risih” dengan syariah.
    Sudah “capek” dan “lelah”, ulama, ahli ekonomi syariah untuk mengingatkan pentingnya ekonomi syariah kepanda “penguasa” di negeri ini.
    Kalau masih tetep “bandel” dengan “kapitalisnya” tinggal tunggu waktu “kehancuran nya” saja.
    Coba lah mari kita terapkan 5 M dari AA Gym : Mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, mulai dari sedikit dan lain-2 aku tidak hapal…:) untuk menerapkan ekonomi syariah di kehidupan kita .

    Semoga ada “hikmah” yang besar dengan “krisis global” ini….

  5. Terapkan saja Islam yang total maka pasti akan hilang tu krisis global dan gak bakalan balik lagi!! Jadi kita gak perlu takut lagi sama krisis global, gak percaya???
    Kalo gitu mari kita coba, terapkan Islam di seluruh aspek kehidupan!!!

  6. Allah nggak akan menciptakan masalah tanpa solusi.. dan sudah sepatutnya kita menyadari bahwa Allah juga tidak memberikan ujian yang hambaNya tidak mampu untuk memikulnya.. meski mungkin pahit, yakinlah bahwa itu untuk menjadikan kita lebih baik… jadi, berfikir dan berasa positif saja..

    bila memang krisis menerpa kita, mungkin ini akibat kita sendiri yang sering lalai ingat kepadaNya.. atau dosa2 kita yang mengakibatkan menumpuknya energi negatif… jadi tidak ada salahnya kalo kita mencoba lebih berpasrahkan diri kepada Allah, memohon barokahNya dan terus berikhtiar maksimal… ya.. kita tidak boleh berputus asa atas Rahmat Allah..

    wassalam…

  7. Akibat krisis sudah mulai kita rasakan, harga kebutuhan sehari-hari mulai naik. Teman-teman yang bekerja pada sektor mebel di Jawa Tengah mulai sepi order. Menghadapi kondisi seperti ini tentu kita harus dapat bertindak yang riil/nyata.

    Mengoptimalkan potensi kita. Misalnya kita yang tinggal di lingkungan pertanian dapat mulai memanfaatkan limbah sampah dan ternak untuk pembuatan bio gas, sehingga dapat mengurangi ketergantungan dengan harga bbm. Biarpun bbm naik 100% nggak ngaruh lah yau.

    Sisa limbah dapat digunakan sebagai pupuk padi kita, jadi biar harga pupuk meningkat 100%, nggak ngaruh.

    Limbah pertanian yang selama ini tidak dapat kita pakai dapat digunakan sebagai pakan ternak sehingga ternak kita gemuk-gemuk. Jadi kalau harga impor daging naik, tetap nggak ngaruh.

    Tentunya masih banyak hal yang dapat kita lakukan dan kita terjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai hari ini marilah kita pecahkan persoalan sesuai dengan kondisi kita masing-masing.

    Tentunya harus kita landasi dengan tawakat dan ketakwaan kepada Allah SWT

    Wassalam

  8. Kembali ke alam .. hidupkan kembali bisnis di sektor pertanian .. cintai produk dalam negeri .. jangan lupa tularkan gemar shadaqah kepada orang-orang mampu yang ada di sekitar kita .. sehingga kita punya cadangan dana yang cukup jika sewaktu-waktu banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita saat krisis itu benar-benar datang menimpa.
    Barangkali, sudah saatnya dipikirkan untuk membuat Jamil Azzaini Foundation .. guna merangkul komunitas dan jaringan yang sudah terbentuk ini menyalurkan energi positifnya untuk bershadaqah .. guna menjadi salah satu jalan menjadi insan yang sukses dan mulia ..

    Semoga berkenan ..
    dari Heny di Jogja ..

  9. RISCHAN FERRY BASRUN Says:

    Belajar dari pengalaman krisis moneter dahulu,kita perkuat Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),perusahaan besar banyak gulung tikar UMKM banyak tetap bertumbuh.
    Mari kita berdayakan UMKM !!!

  10. Aswrwb

    Krisis global akibat kapitalisme yangmencengkeram dunia, maka kembalikan ke ekonomo islam: bebaskan ekonomi dari rente (bunga), kembalikan model kepemilikan pada kepemilikan pribadi, umum, dan negara, arahkan pada perkembangan ekonomi riil bukan bursa saham, dll, http://www.halalsehat.com

Leave a Reply