Pada suatu malam yang berkabut tebal di Selat Sunda, seorang nakhoda kapal terbaik Indonesia melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain yang menuju ke arah kapalnya. Sang nakhoda memerintahkan anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya: “Ubahlah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawabannya: “Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Lalu, sang nagkhoda yang cerdas itu menjawab: “Aku nakhoda terbaik di sini, jadi kamulah yang harus mengubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan>”
Jawabannya: “Aku juga pelaut kelas satu di negeri ini - ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawaban itu benar-benar membuat sang nakhoda terbaik itu murka, sehingga dia membalas sinyal itu kembali: “Aku kapal perang - ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawabannya: “Dan aku mercu suar. Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan segera!”
(Terinspirasi dari Dan Bell, Reader’s Digest edisi Desember 1983, Semoga bermanfaat. Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini)
Pelajaran Berharga: Jangan pernah meminta orang lain berubah agar tujuan Anda tercapai. Andalah yang harus berubah terlebih dahulu karena itu justeru lebih mudah Anda mencapai tujuan Anda)
November 3rd, 2008 at 11:04 am
Yup, setuju Pak Jamil, Jangan pernah bermimpi bisa merubah dunia, sebelum kita sendiri berubah terlebih dahulu.
November 4th, 2008 at 2:16 pm
Terima kasih, cerita seperti ini memberi inspirasi pada saat menghadapi teman-teman yang tidak mau merubah kebiasaan2 kerjanya sesuai dengan keinginan ktr(bukan berarti mengikuti kebiasaan mereka ttp dg pendekatan berbeda).
November 6th, 2008 at 9:59 am
Salam kenal mas
Jadi jargon “take & give” harus diubah ya menjadi “give & take”?
Ngomong-ngomong, mercusuarnya kocak juga ya?
Salam
November 7th, 2008 at 4:17 pm
Manusia hanya bisa menyampaikan dan mengajak, yang membolak-balik hati adalah Allah so…banyak-banyak berdoa setelah berusaha dan bersabar atas takdir Allah. Karena kita tidak tahu yang terbaik bagi diri kita
November 7th, 2008 at 10:27 pm
Selalu harus dimulai dari diri sendiri ya!
November 17th, 2008 at 6:05 pm
he he he lucu asli lucu
November 19th, 2008 at 1:28 pm
jadi teringat istilah “telinga kita 2 sedang mulut hanya 1″
kita memang sudah sepatutnya lebih banyak mendengar dari pada bicara. Begitupun hikmah dari cerita di atas ya..”lebih banyak lah mengalah insya Allah tujuan kita bisa lebih cepat tergapai”. Kereen pak jamil artikelnya…!! makasih
December 22nd, 2008 at 7:22 am
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau dia tidak merubahnya sendiri”. (QS.Ar-rad :11)
Askm.salam kenal
artikel2 mas jamil inspiratif…