back to niriah

Book

Telat Berbuah Manfaat

Hari Sabtu, 22 Nopember 2008 saya mendapat giliran memberikan Motivation Journey di Bank Mandiri Pekanbaru.  Acara dimulai pukul 07.30 dan berakhir 12.30.  Seharusnya saya bisa pulang dengan Garuda pukul 14.30.  Namun karena ada rombongan wakil presiden kepulangan saya menjadi pukul 19.00.  Semula saya protes karena memang ketika itu rinduku kepada anak-anakku begitu membuncah. Padahal hari Minggu sore 23 Nopember 2008 saya harus terbang lagi ke Medan.

Karena jeda waktu menunggu yang begitu lama akhirnya saya kontak sahabat saya ketika kuliah di IPB dulu.  Muhammadun namanya.  Saya ingin bertemu.  Saya ingin ngobrol. Ternyata dari pertemuan itu saya malah diajak tampil di Riau TV.  Kurang lebih satu jam saya membedah buku kedua saya; Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia (Gramedia). Alhamdulillah, selain saya berkesempatan berbagi ilmu sekaligus promosi gratis buku saya.  Smoga bukunya laris manis dan segera dicetak ulang lagi.  He..he…

Selain berkesempatan membedah buku saya setelah acara TV saya disambangi teman SMP saya di lampung dulu.  Duh senangnya, setelah lebih dari 20 tahun tak jumpa rasanya bahagia sekali bertemu dengan teman SMP.  Dulu dia culun, sekarang dia sudah menjadi agen asuransi ternama di Pekanbaru.  Ia sudah jadi milyarder, dan tentu tampilnya semakin perlente.  Wah sore itu, saya senang bukan kepalang.

Kebahagian saya makin membuncah karena selepas meninggalkan studio TV saya diajak dulu makan durian Pekanbaru yang dimakan bersama ketan. Mak nyos….enak tenan.

Andai saja saya ikut penerbangan Garuda pukul 14.30 tentu saya tidak bisa merasakan semua kenikmatan itu.  Ternyata semua hal bila dinikmati akan terasa nikmat.  Begitu juga telat yang saya alami ternyata membawa banyak manfaat.  So, nikmatilah setiap moment kehidupan yang datang kepada kita.

Salam SUKSESMULIA

Jamil Azzaini (JA) 

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | November 23, 2008

7 Responses to “Telat Berbuah Manfaat”

  1. Pak Jamil,

    Saat saya menerima email dr koordinator training di tempat kerja saya utk mengikuti Kubik Leadership Training di Four Seasons Hotel Jakarta, dalam hati saya protes dan sedikit ngedumel, bukankah saya sudah pernah mengikuti jenis training yang sama 1 tahun yang lalu meski dr provider training berbeda? Namun namanya prajurit ya manut aja disuruh training sama komandan. Apalagi bos saya juga ikut…

    Kenyataannya? Alhamdulillah saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengikuti training ini, dan membayangkan betapa akan meruginya saya jika saat itu saya menolak diikutsertakan. Saya sangat berterima kasih dengan sang koordinaor, bahkan menyarankan ia agar mengadakan Kubik Inhouse Training di kantor kami dalam rangka tutup tahun dan menyambut tahun baru.

    Betul Pak, semua hal jika dinikmati apalagi dijalani dengan ikhlas akan berbuah suangattt nikmat!!

    wass

  2. Benar pak jamil, kalo kita bersabar terhadap sesuatu yg tidak menyenangkan dan bersyukur terhadap yg menyenangkan yg menimpa kita semuanya akan memberikan perasaan yg damai dan bahagia, itulah kemewahan yg sesungguhnya

  3. Di balik suatu kejadian pasti ada maknanya. tinggal bagaimana kita memaknai dan membaca tanda-tanda itu.
    Sukses Mulia Pak Jamil.

  4. Ass w.w
    Pak Jamil, terima kasih bagi pengalamannya
    Tapi terus terang saya sangat sulit utk terima hal tsb, apalagi klo sdh di set waktunya jauh-jauh hari.
    Kalau cuaca mungkin msh bisa terima, lah klo pejabat/pelayan rakyat (hehehe..) rasanya gak bisa terima
    hal tsb.
    Gimana saya ini pak…..?
    Mungkin cara termudah utk belajar menerima/menikmati keadaan spt pak Jamil lakukan.
    Wassalam

  5. assalamu’alaikum
    salam sukses mulia pak jamil.
    masih ingat dengan saya kan pak?
    sudah lama tidak berjumpa.tapi beberapa kali saya sempat membuka blog ini.
    terima kasih atas semua motivasinya.

  6. Setuju!!! sayang sekali bila mengatasi hal tersebut dengan uring-uringan. Sudah gak terlaksana, cape hati lagi. So… nikmati saja.

  7. Betul Pak.
    Menikmati setiap momen dan mensyukuri
    serta ikhlas.

Leave a Reply