Saya sering mendapat pelajaran untuk konsisten mengerjakan sesuatu. Tetapi saya dapat pelajaran lain dari orang tua angkat saya. Orang yang sangat saya hormati itu bernama Houtman Z Arifin (HZA). Dia memang bukan orang tua kandung saya. Tetapi dia seperti orang tua saya sendiri. Dia mengajarkan kepada saya agar tidak konsisten.
HZA memulai bekerja dengan menjadi office boy (OB) di city bank. Setelah 19 tahun mengabdi di city bank dia menjadi vice president (VP) di perusahaan multinasional itu. Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB. Hingga suatu saat temannya protes kepada HZA, “Houtman kamu payah. Kamu gak konsisten. Kita nich konsisten…konsisten jadi OB” mereka tertawa bersama.
Kita memang seharusnya tidak menjadi orang yang konsisten. Bukankah orang bijak pernah mengatakan “Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin berarti dia merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan hari kemarin dia celaka. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin dialah orang yang beruntung.” Kalau konsisten berarti kita rugi khan?
Supaya hidup kita beruntung berarti setiap hari kulaitas hidup kita harus meningkat walau hanya 1%. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Walau hanya 1% melakukan peningkatan hidup per hari, tapi bila dilakukan satu tahun akan menjadi 365%. Artinya kualitas hidup Anda seharusnya setiap tahun meningkat 365%. Tapi kalau Anda konsisten maka Anda akan menjadi orang yang sama kualitas hidupnya dibandingkan tahun lalu. Berarti Anda menjadi kelompok orang-orang yang merugi.
Nah, sekarang sudah hampir dipenghujung tahun 2008. Coba Anda merenung sejenak. Apakah kehidupan Anda hari ini masih sama dengan tahun lalu? Apakah prestasi Anda sama dengan tahun lalu? Apakah perhatian Anda kepada pasangan hidup Anda sama dengan tahun lalu? Apakah hutang Anda besarnya masih sama dengan tahun lalu? Apakah sahabat Anda juga masih saman dengan tahun lalu? Kalau masih sama berarti Anda menjadi orang yang rugi karena Anda masih konsisten.
Jadi mulai hari ini, Jangan Jadi Orang Konsisten karena akan membuat hidup Anda Merugi. Rencanakan tahun 2009, buatlah target-target yang membuat kehidupan Anda tidak konsisten seperti tahun 2008. Target yang Anda buat harus menunjukkan peningkatan bahkan bila perlu lompatan nilai bila dibandingkan tahun 2008. Selamat menyusun Target 2009.
Salam SUKSESMULIA
Jamil Azzaini (JA)
December 1st, 2008 at 12:30 pm
Thanx banget postingnya Pak. Ini sebagai reminder buat saya. Mudah2an jumlah prestasi dan sedekah kita semua tidak konsisten seperti sebelumnya alias makin nambah. Amien.
December 1st, 2008 at 1:04 pm
Yaa apa yang kita perbuat harusnya seperti mendaki gunung yang trennya naik terus, walaupun ada pitstop, tetapi sampai tidak turun & benar-benar harus dinikmati
Sukses Mulia Pak Jamil.
December 2nd, 2008 at 1:38 pm
setuju pak!!yang penting ketidak konsistenan itu menuju ke arah yang lebih baik. bukan sebaliknya.
December 2nd, 2008 at 2:15 pm
Materi yang mencerahkan, trims buat Pak Jamil moga sukses slalu dan salam untuk keluarga
December 3rd, 2008 at 12:34 pm
posting yang mencerahkan… saya kutip ya Pak Jamil. Terimakasih.
December 3rd, 2008 at 1:21 pm
Luar biasa, semoga menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Trima kasih banyak Pak Jamil.
December 3rd, 2008 at 2:11 pm
Setuju Mas! Qt harus terus melakukan perbaikkan terus-menerus dan meningkatkan kualitas hidup dan Valensi diri kita serta terus merajut impian dan menebar epos untuk meraih kemuliaan hidup. Be Climber! Don’t Give Up!
December 3rd, 2008 at 2:27 pm
[…] Salam SUKSESMULIA. (Jamil Azzaini) […]
December 5th, 2008 at 6:07 pm
Subhanallah…. Setelah saya mampir di situs ini dan membacanya, Hati Dan fikiran saya Merasa ada energi extra untuk siap menghadapi hari esok. Terima kasih pak niriah
Wassalamu’alaikum
December 6th, 2008 at 9:19 am
Pak Nandi, nama saya Jamil Azzaini, biasa dipanggil Jamil bukan Niriah, salam kenal dan salam SUKSESMULIA
Jamil
December 7th, 2008 at 10:06 am
pencerahan yg jarang saya temui! Saya Mukafi Akhmad di Kediri Jatim. makasih pak Jamil, boleh saya copy/print ya?
December 7th, 2008 at 2:28 pm
Pak Jamil, ucapan di atas bukan ucapan org bijak tetapi sabda Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam…sukses selalu !
December 7th, 2008 at 2:32 pm
betul boanget mas… Semua orang diduia ini MERUGI. terlebih lagi bagi orang yg konsisten dengan kondisi hidupnya yg ada sekarang (alias merasa puas dengan keadaan yg ada sekarang) termasuk orang yang merugi. tp perlu di catat ke-tidakkonsistenan harus didedikasikan untuk senantiasa mencari RidhoNya. karena bolehjadi dalam pandangan manusia ada orang merugi tapi dalam pandangan Allah oarang tersebut beruntung. sebagai contoh dalam ber-kurban atau bersedekah, dalam ilmu mate matika ber-kurban/ bersedekah itu adalah mengurangi saldo kekayaan tapi dalam pandangan Allah itu adalah kemualiaan yg bisa menjadi investasi untuk meraih kebahagiaan tanpa batas.
SELAMAT HARI RAYA IDUL KURBAN 1429 H 08/12/08 M)kalau tahun lalu berkurban 100 ekor sapi, maka tahun ini hewan kurbannya minimal 101 ekor
December 7th, 2008 at 7:55 pm
Pak Jamil….saya gak setuju dg ketidak konsistenan…..harusnya kita konsisten untuk menggapai impian,action2 plan yg telah disusun untuk dilaksanakan…dan akhir semua itu dilakukan untuk mencapai ketidak konsistenan kualitas hidup kita dibanding tahun2 yang lalu…………
Salam berkelimpahan,
Ylabdo
December 7th, 2008 at 11:15 pm
Mas jamiilllll…….,gimana kalau status kita yang sekarang masih jadi ustad, truss mo naik satu tingkat jadi kiai harus konsisten ga? soalnya dulu saya pernah doa’in Mas jamil supaya jadi kiai (ngerti kan maksud saya). salam sukses mulia.
December 11th, 2008 at 5:40 am
pertama kali saya tahu konsep kubik leadership, sangat interest. Sampai
akhirnya saya ambil keputusan keluar kerja utk sebuah karya besar dlm hidup saya yg mesti sy wujudkan. Tidak konsisten atas sebuah ‘kemapanan’ adalah sebuah konsistensi yg terus dilakukan, menuju sukses mulia. Perlu perjuangan, ketidakpopulisan, demi karya yg luar biasa. 2009… penuh tantangan dan kita mesti buktiikan !!
Salam sukses mulia, saya peserta roadshow di semarang 4 des 2008.
December 11th, 2008 at 10:13 am
Salam babakan fakultas, TPB 1987. Sebuah tausyiah yang sangat sarat dengan pencerahan terhadap sebuah pola pikir yang mungkin selama ini dianggap benar.
December 11th, 2008 at 2:53 pm
Betul sekali, karena tidak ada yang berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Berubahlah walaupun hanya 1%.
Sangat inspiratif sekali tulisan anda Pa Jamil
Salam
December 12th, 2008 at 8:51 am
Kalau konsisten itu konotasinya positif. Dalam Islam namanya istiqomah. Misalnya konsisten membela kebenaran.
Kalau tidak konsisten, dulu membela kebenaran, kemudian karena satu hal (misalnya dikasih uang) akhirnya membela yang salah.
Istilah tepatnya mungkin kita harus selalu berkembang seperti alam semesta (Expanding Universe). Berubah menjadi lebih baik.
December 12th, 2008 at 9:40 am
So, I have to be consistent….to change!
December 12th, 2008 at 11:40 am
Trimakasih, akhirnya saya menemukan arti baru dari konsisten.saya kutip untuk tambahan bahan diskusi.
December 15th, 2008 at 8:19 pm
ya,,,,,,,, setuju sekali.thanks udah di ingatkan
December 19th, 2008 at 8:13 pm
Luar Biasa Pak Jamil, Bapak mampu meng-kuantifikasi-kan secara logika hal yang menurut saya sifatnya kualitatif.
Salam kenal, salam sukses mulia.
December 22nd, 2008 at 2:03 pm
terima kasih banyak pak jamil anda benar-benar mampu membuat hidup saya harus berbeda dalam menghadapi tahun 2009 tentunya kearah yang lebih baik…salam sukses mulia