Saat ini cinta di tempat kerja adalah sesuatu yang langka. Terbelenggu dengan budaya transaksional, scarcity mentality, zero sum game, munculnya silos, departementalization, intra and inerdepartmental conficts, individualism at work sebagai bukti dampak keringnya cinta tempat kerja. Padahal menghadirkan cinta di tempat kerja adalah sesuatu yang membuat hidup kita lebih hidup. Berikut saya tampilkan berbagai hasil kajian ilmiah tentang manfaat cinta dan perhatian.
Cinta meningkatkan kualiatas hidup. Dari serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Cornell University ditemukan bahwa memberi perhatian (cinta) dapat meningkatkan kualitas hidup pelakunya, karena ternyata perilaku ini berdampak pada peningkatan sistem kekebalan tubuh (meningkatnya produksi T-cells), mengurangi resiko terkena penyakit kronis, dan juga memperlambat proses penuaan pada tubuh (menjad awet muda).
Cinta Meningkatkan rasa keberhargaan diri. Penelitian yang dilakukan oleh Cornell university juga menemukan bahwa berbagi cinta ternyata berdampak pada meningkatnya rasa keberhargaan diri. Hal ini tentunya sangat baik dampaknya bagi kita sebagai pekerja maupun sebagai individu.
Cinta Membangun lingkungan yang lebih baik. Saat kita memulai untuk melakukan hal baik dengan penuh cinta kepada orang lain, maka itu bisa menjadi virus yang menular. Orang lain tersebut bisa terus menulari dan akhirnya semua orang pun melakukan hal yang sama.
Cinta Menghilangkan stress: Penelitian di Cornell University menunjukkan bahwa cinta dan perhatian terbukti dapat menghilangkan stress dan depresi. Hal senada juga muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Oregon University dijelaskan lebih lanjut hal ini disebabkan karena dengan memberi maka kita mengaktifkan area emosi positif di otak kita yang kemudian berefek pada penigkatan semangat dan perasaan lebih baik.
Cinta Membuat lebih produktif. Memberi perhatian kepada orang lain membawa kita pada perasaan positif, dan hal yg sama juga terjadi pada orang yg menerima cinta dan perhatian kita. Ketika hal ini terus dilakukan, maka dampaknya akan meluas menjadi peningkatan kepercayaan, kerjasama dan suasana yang kondusif. Hasilnya, kita pun menjadi lebih terdorong untuk menghasilkan output yang lebih baik.
Bagaimana Menebar Cinta di Tempat Kerja
Memberikan selamat dan empati. Memberikan selamat atas hal baik (ulang tahun, kelahiran, pernikahan, dll) dan turut membantu meringankan beban saat terjadi hal sulit (sakit, kematian, masalah di kantor, dll), ternyata terbukti meringankan stress. (Riset dari WorlatWork yg dirilis Forbes)
Menyadari bahwa setia karyawan punya arti. Ibarat anggota tubuh yang semua penting, pekerja di kantor apapun levelnya juga penting dan memberikan kontribusi untuk kemajuan perusahaan. Sekecil apa pun, setiap karyawan itu punya arti. Jadi, tebarlah cinta kepada siapapun karena pasti itu memberi makna kepada kemajuan hidup dan perusahaan Anda.
February 16th, 2009 at 1:33 pm
ya saya sepakat Pak Jamil, di tempat kerja itu kan tidak mesti orangnya baik semua. sehingga kita terkadang enggan memberi cinta kepada orang yang tidak baik tsb. inilah tantangannya? sukses mulia Pak Jamil.
February 17th, 2009 at 12:24 pm
“Saat ini cinta di tempat kerja adalah sesuatu yang langka.”
Pernyataan ini nggak salah Pak Jamil? Justru 20-30 persen orang sekarang terlibat CINTA dengan teman sekantor alias selingkuh. Nah, bagaimana itu?
February 17th, 2009 at 1:58 pm
Wah kalau pengertian cinta yang itu saya kurang paham, mungkin mbak valentine bisa menjelaskan, he..he… Salam SuksesMulia
Jamil
February 17th, 2009 at 2:13 pm
Cinta yang Pak Jamil maksud adalah “semangat kekeluargaan” ya Pak? Masalahnya kalau “terlalu Cinta” sama rekan-rekan kerja, gak ada kompetisi, dan semangat korupsi berjamaah pun membumi…
February 25th, 2009 at 10:26 am
Sy menganggap teman kerja sebagai “sedulur” dimana susah senang diusahakan dinikmati bersama, terima kasih inspirasinya.
March 5th, 2009 at 2:37 pm
Cinta memang indah Pak Jamil,
namun kadang saya berpikir apakah dengan cinta keinginan yang saya harapkan dapat terwujud di organisasi yg saya pimpin. saya kadang berpikir mungkin ketegasan dan militansi itu perlu sebagai tekanan supaya anggota2 saya mau nurut.
karena gini, banyak mereka yang ngrasa “seorang pemimpin tanpa “seganisme”(perasaan segan)ga akan susah bikin bawahannya nurut.
mohon nasehatnya…
March 11th, 2009 at 10:55 am
Cinta di tempat kerja, dapat menumbuhkan rasa saling membantu, bahu membahu, tidak ada rasa ingin menonjol sendiri. Bagi seorang pemimpin, rasa cinta sangat diperlukan kepemimpinannya, agar staf dapat benar2 melaksanakan tugasnya dg rasa cinta jg kepada pekerjaaanya. Hanya sayangnya yang sering terjadi cinta seorang pemimpin kepada stafnya, atau cinta sesama kolega karena tergiur akan keseksiannya, ketampanan, dan hal-hal lain yang menimbulkan ketertarikan, sehingga cinta yang terjadi bukan untuk meningkatkan kinerja tapi menghancurkan kinerja personil yang terlibat. Naudzubillah……
March 13th, 2009 at 12:01 pm
Ada suatu hal yang paling penting dan tinggi nilainya, baik itu dimata manusia maupun dimata tuhan, apakah itu? Bahwa niatkanlah bekerja itu ibadah, kalau sesuatu sudah kita niatkan ibadah, fa insya Allah akan dapat meningkatkan kinerja dalam bekerja, dan selalu merasa ikhlas dalam mengerjakan sesuatu dan sudah tentu nilainya di atas CINTA itu sendiri.
March 17th, 2009 at 10:07 am
salam kenala Pak. setuju, Cinta itu sesuatu yang mulia. dengan cinta akn menciptakan suasana kerja yang harmonis dan menghilangkan tekanan, sehingga akan membuat kita lebih produktif
December 8th, 2009 at 9:44 am
kapan ke wonosobo mas ? saya lagi ada azam membangun pesantren ketrampilan nih. Makasih