Disiapkan Liachristie
Bersama narsum saya di program Life Excellence, Jamil Azzaini, hari ini kami membahas tema yang ternyata diminati banyak pendengar. Terbukti dari sms bertubi2 yang masuk dan, tentu, tidak semuanya terbaca sepanjang durasi 1,5 jam siaran.
7 Kedahsyatan Menulis. Buat para blogger, ga usah dikasitau kedahsyatannya pun, udah pada rajin aja menulis. Malah ga jarang ada yang “sakaw” kalau sehari saja tak menulis.
Tapi di luar dunia blogging
Selain orang yang kepengen tapi ga bisa, ada sebagian orang yang memang mengaku ga berniat atau ga tertarik menulis. Ini juga, bisa karena malas membayangkan harus mikir dulu sebelum bikin tulisan, atau malas karena ga mau
Anyway, tetap bisa kok orang2 tertentu yang memang tidak terpatri untuk duduk lama di depan komputer dan mengetik (atau di kertas menggunakan pulpen), untuk menuangkan buah pikiran dan ide2nya dalam bentuk tulisan. Dengan cara, dibantu asisten atau co-writer. Itu yang dilakukan sejumlah tokoh terkenal seperti om Bob Sadino, dan yang juga dilakukan Rasullullah dengan al-Quran.
Om Bob tidak pernah menulis buku, otobiografi sekalipun. Orang lain lah yang menulis biografinya. Suatu kali saya wawancara beliau di rumahnya, sempat melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana beliau marah2 ke seorang penulis yang datang dan berkonsultasi tentang buku (mengenai om Bob) yang sedang ditulisnya, karena gaya penulisannya yang dianggap tidak layak oleh om Bob ![]()
Kembali ke topik, kenapa sebenarnya kita harus menulis? Setidaknya ada 3 alasan penting.
Pertama, menulis itu penting supaya ilmu tidak hilang. Jika ilmu diibaratkan hewan buruan, maka menulis adalah tali kekangnya. Supaya hewan buruan tidak lari kemana2, mesti ada tali kekangnya. Demikian pula dengan ilmu dan menulis.
Kedua, kita menulis untuk mengoptimalkan otak kanan. Otak kanan ini yang berfungsi untuk hal2 “non-logical”, semacam mempertajam perasaan, mis. menumbuhkan rasa empati, meningkatkan sensitivitas, meningkatkan kreativitas, dll.
Ketiga, menulis itu untuk mengurangi tacit knowledge. Tacit knowledge adalah ilmu/kelebihan seseorang yang sulit ditransfer kepada orang lain. Contoh, ibu kita jago masak, dan kita minta diajarin masak tongseng yang enak. Kita diajarin semua resepnya, komposisinya, sampai berapa lama masaknya. Tapi giliran kita sendiri yang masak, udah ngikutin semua resep dan komposisi dengan benar pun, kadang masih saja rasanya ga seenak tongseng buatan ibu. Nah, itu namanya ilmu yang sulit ditransfer ke orang lain (tacit knowledge). Menulis, akan mengurangi tacit knowledge seperti ini.
Lalu, pertanyaan intinya, apa sih 7 kedahsyatan menulis?
Satu; mengurangi stres. Menurut James W Pennebaker, Ph.D., Professor of Psychology dari University of
Dua; membantu menemukan jalan hidup. Harvard Business School pernah melakukan penelitian tentang hubungan antara memiliki cita-cita & menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan pencapaian cita-cita tersebut. Hasilnya, sebagian besar responden (84%), ternyata tidak punya cita-cita. 13% punya cita-cita tapi tidak menuliskannya. Dan hanya segelintir orang, yaitu 3%, yang punya cita-cita dan menuliskannya.
Setelah 1 tahun, seluruh responden itu dicek lagi perkembangannya. Ternyata, 13% orang yang punya cita-cita tapi tidak menuliskannya, memiliki penghasilan 2x lipat dibandingkan 84% orang yang tidak punya cita-cita. Dan, ini yang penting, 3% orang yang punya cita-cita dan menuliskannya, memiliki penghasilan 10x lipat dibandingkan 97% orang sisanya.
Tiga; menjaga semangat dan komitmen. Setiap tulisan yang kita buat akan mengingatkan kita pada komitmen2 yang telah kita buat, dan itu adalah obat yang sangat baik untuk membangkitkan semangat yang kerap kali pudar di tengah jalan.
Empat; mencari dan memperkaya inspirasi. Menulis tentang sesuatu akan mendorong kita untuk mencari hal2 yang akan memperkuat materi penulisan, googling/searching akan segera menjadi kata yang akrab bagi orang yang hobi menulis, atau minta pendapat dari orang lain yang lebih ahli. (Untuk menulis posting ini, saya harus googling tentang James Pennebaker, karena tadi hanya mendengar sekilas dari mas Jamil dan semula belum tahu siapa dia sebenarnya -hehe).
Lima; mendatangkan passive income. Tulisan yang baik sangat bisa dijadikan buku, dan diterbitkan, dan dijual. Sebut sajalah berjudul2 buku yang diambil dari buku harian atau kumpulan posting di blog, atau dari kumpulan kertas tissue yang digunakan JK Rowling waktu menulis naskah cerita di cafe2. Tak heran kalau Andrea Hirata mendapat royalti lewat Rp1M dari Laskar Pelangi nya. Dan novel Ayat Ayat Cinta mendatangkan royalti lebih dari Rp1,5M ke pundi-pundi Habbiburahman al-Shirazy penulisnya (ini angka sebelum novel AAC difilmkan. setelahnya? hmm…)
Enam; meningkatkan kreativitas. Menulis yang rutin dan sinambung, lama-kelamaan akan mendorong kita untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.
Tujuh; menyimpan memori. Rasanya, ini adalah salah satu “tujuan utama” sebagian orang menulis, baik itu buku harian ataupun blog harian :p Terlalu banyak kisah hidup dan aktivitas keseharian yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, tanpa dibungkus dalam album yang setiap saat bisa dibuka2 kembali. Mau itu kisah suka, mau itu duka, akhirnya pasti akan membuat kita tersenyum ketika membacanya kembali.
April 9th, 2009 at 12:00 am
Salam SuksesMulia,
Sungguh postingan yang sangat bagus,sangat inspiring..
Jazaakumullah…
April 11th, 2009 at 11:42 am
Yang riset Harvard Business School itu mungkin bisa disebut sumbernya dengan lebih detil : nama peneliti, dan tahun berapa dilakukan riset. Thanks.
April 12th, 2009 at 8:11 am
mudah-mudahan bisa memberi semangat untuk mulai menulis..
April 12th, 2009 at 8:53 am
belajar nulis, walau hanya berupa catatan http://andibtw.blogspot.com/2009/04/hidayah-allah-swt.html
April 12th, 2009 at 4:54 pm
Keren………..
April 13th, 2009 at 12:00 pm
Terima kasih ya pak, mudah-mudahan tulisan ini membawa saya agar bisa menekuni kembali menulis diary….
April 14th, 2009 at 8:59 am
aduuuh (kok aduh? subhanallah) menggugah sekali…
April 14th, 2009 at 12:14 pm
Tulisan ini sangat inspiratif, sehingga seseorang menjadi lebih produktif.
Salam sukses mulia.
April 14th, 2009 at 4:21 pm
Alhamdulillah, semangat menulis di http:\\www.adibmunajib.blogspot.com muncul lagi setelah membaca tulisan mas…., terimakasih mas
April 15th, 2009 at 12:19 pm
Pa, klo 7 Ke dahsyatan Mendesain ada gak? He3x…
April 15th, 2009 at 4:08 pm
tulisannya keren pak.terima kasih atas tulisannya.
April 15th, 2009 at 9:54 pm
syukur2 kalo tulisane berbahasa inggris, jadi ilmu nambah dan bisa diuangkan di google adsense, pengin tau google adsense, itu lho artikel bahasa inggris dipasangin iklane om adsense
April 17th, 2009 at 1:18 pm
Semoga bermanfaat bagi banyak orang. amin
April 22nd, 2009 at 2:48 pm
Terima kasih Mas,
Tulisannya bagus dan bernas. Saya sangat berterima kasih atas informasinya. Saya sedang memperkuat motivasi diri agar senantiasa memiliki ide segar dalam menulis.
Semoga amal semakin bermanfaat untuk orangbanyak.
April 23rd, 2009 at 5:05 pm
Tulisannya bagus banget. memberi motivasi saya untuk mencoba belajar menulis di blog yang udah lama saya tinggalkan
April 24th, 2009 at 7:06 am
Iya nih.. blogku dah bertahun-tahun gak keurus.. mulai nulis lagi ah..OK semanagt !!! nulis.. nulis…!!!
April 28th, 2009 at 1:17 pm
[…] Nah, terus menulis ternyata bisa menghadirkan 7 keajaiban loh. keajaiban apa saja? silahkan langsung menuju blog pa Jamil saja http://jamil.niriah.com/2009/04/08/7-kedasyatan-menulis/ […]
May 6th, 2009 at 9:22 am
subhanallah, ternyata menulis itu banyak sekali manfaatnya
May 7th, 2009 at 8:43 am
thanks mbak lia,
saya sering mendengar siaran mas jamil dan mbak lia di mobil sambil jalan pulang. jadi jarang bisa mencatat point-point pentingnya. sekarang ketemu ringkasannya. salut buat mas jamil.
May 15th, 2009 at 6:33 am
mas numpang copy artikelnya ya untuk dipajang di blog saya. trims.
May 15th, 2009 at 6:39 am
[…] Sumber: http://jamil.niriah.com/2009/04/08/7-kedasyatan-menulis/ […]
May 26th, 2009 at 5:06 pm
subhanallah….
May 29th, 2009 at 10:23 am
Mantap, ustaz!
Ane kopinih filenya buat bacaan dan membangun motivasi diri untuk terus berjuang menjadi penulis yang kreatif.
Syukran!!!
June 18th, 2009 at 9:42 pm
[…] - 7 Kedasyatan menulis […]
June 19th, 2009 at 11:18 am
subhanallah
June 19th, 2009 at 11:22 am
Honestly, saya sedang ada masalah dengan ayah saya yang seius..
tetapi setelah membaca ini, airmata saya tak terbendung lagi.. speechless..
jika diijinkan saya ingin mengutip bbrapa kalimat untuk menjadi status fb saya..
terimakasih banyak yah pak..
I Love my father..