back to niriah

arrow Kategori

Book

Andai Pemimpin Kami Said

Disiapkan : Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia

Suatu ketika delegasi pemerintah daerah Himsh datang menghadap Khalifah Umar. Himsh adalah sebuah wilayah di Syam yang masuk dalam pengawasan kekhalifahan (pemerintahan)  Khalifah Umar bin Khaththab. Gubernur Himsh bernama Said bin Amir al-Jumhi. Khalifah Umar yang terkenal karena kepeduliannya kepada fakir-miskin meminta delegasi untuk menyerahkan daftar fakir-miskin di Himsh. “Berikan daftarnya agar aku bisa memenuhi kebutuhan mereka,” pinta Khalifah Umar.

Mereka kemudian menyerahkan satu buah buku yang berisi nama-nama penduduk Himsh yang tergolong fakir-miskin. Menariknya, diantara daftar itu terselip nama gubenrur mereka sendiri; Said bin Amir al-Jumhi.
Demi melihat nama Said, seperti tak yakin Umar bertanya “Ini Said bin Amir siapa?” Mereka menjawab “Gubernur kami”. Umar bertanya heran, “Gubernur kalian miskin?!” Mereka menjawab. “Ya, Demi Allah, dapurnya sering tidak berasap dalam waktu yang lama.”

Mendengar itu Umar menangis tersedu sampai air matanya membasahi janggutnya. Sambil terisak Umar mengambil seribu dinar (bila dikonvesikan dengan rupiah, kira-kira saat ini senilai Rp 600 juta), lalu dimasukkannya ke dalam satu kantong. Umar berkata “Berikan salamku kepada pemimpin kalian dan katakan, ‘Khalifah Umar mengirimkan uang ini kepadamu agar kau bisa mempergunakannya untuk memenuhi kebutuhanmu’”.  Air mata Umar masih saja mengalir.

Delegasi pun kembali ke Himsh. Mereka lalu menghadap kepada Said dan memberikan titipan dari Khalifah Umar lengkap dengan pesannya. Said melihat isinya, dan ia tersentak. Dijauhkannya kantong itu dari hadapannya, seraya berkata “Innalillah wa inna ilaihi rajiun!”. Lalu Said bertanya pada istrinya, “Wahai istriku apakah engkau mau membantuku?” Istrinya menjawab, “tentu wahai suamiku”. Berdua, mereka pun membagikan dinar pemberian Khalifah Umar itu kepada rakyatnya sendiri.

Selang beberapa waktu kemudian, Umar datang untuk melihat kondisi masyarakat di daerah Syam. Tak lupa Umar singgah di Himsh untuk menengok sang gubernur. Melihat kondisi Said, Umar pun memberi bantuan seribu dinar lagi untuk Said. Pemberian Khalifah Umar diadukan kembali oleh Said kepada istri tercintanya.

Seperti sebelumnya Said mengajak istrinya untuk memberikan uang itu kepada orang lain, “dinar ini akan kita berikan kepada orang yang datang kepada kita, jadikan dinar ini sebagai pinjaman yang baik bagi Allah.” Dinar itu diberikannya kepada siapapun yang datang kepadanya dalam kantong-kantong dinar. Said juga memerintahkan keluarganya untuk membagikan semua dinar itu kepada para janda, yatim, dan fakir miskin di daerah Himsh.

Dari kisah di atas terbukti, sebagai gubernur, Said lebih mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Gubernur Said rela, bantuan dari Khalifah Umar untuk dirinya, ia berikan semua kepada rakyatnya. Said pun ikhlas lebih menderita dari rakyatnya. Dia tak ingin bergelimang harta dan kemewahan dan rela berada di barisan terdepan dalam menanggung derita. Sebuah sikap nyata tak terbatas retorika.

Andai Said adalah pemimpin negeri gemah ripah loh jinawi ini, pastilah 15.648.425. keluarga penerima kompensasi BBM akan menggemuruhkan doa. Doa yang isinya meminta agar pemimpin mereka dikaruniai keberkahan hidup, keselamatan, dan kebahagian hakiki di dunia dan akhirat. Bait-bait doa dari para kaum miskin papa itu akan membahana di angkasa dan pastilah menjadikan penghuni langit berduyun-duyun membantu negeri yang dipimpin insan bersahaja itu. Ah betapa indahnya semesta ini.

Namun bila hanya ingin dapat bantuan senilai 100 ribu rupiah saja, para dhuafa harus mengikuti prosedur berbelit, antri di tempat-tempat pembayaran yang justru akan semakin merontokkan mentalitas mandiri mereka, entah doa apa yang mereka lantunkan untuk para pemimpin mereka?

Duhai Allah, Yang Maha Memberi dan Mencabut Kekuasaan, “rindu kami membuncah, hadirkanlah kepada kami pemimpin seperti Said.”

(Tulisan ini saya kutip dari buku kedua saya: Menyemai Impian Meraih SuksesMulia yang diterbitkan Gramedia. Adakah kandidat presiden kita; Mega-Prabowo, SBY-Boediono, JK-Wiranto memiliki mental seperti Said. Semoga tulisan ini menginspirasi. Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia)

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | June 29, 2009

12 Responses to “Andai Pemimpin Kami Said”

  1. Subhanallah..menyentuh sekali..apalagi waktu saya mendapatkan Kisah mengagumkan tentang sang Gubernur Said ini, adalah sikapnya terhadap keluarganya. Saking miskinnya beliau tidak bisa mempunyai pembantu, belaiu tahu itu kewajibannya, maka beliau selalu datang terlambat ke kantor. Hal ini diadukan ke Sayyidina Umar sang Khlifah, beliau dipanggil kenapa selalu terlambat, walau pun betul seluruh kewajibannya sebagai gubernur terpenuhi, dijawab oleh sang Gubernur, saya tidak mempunya pembantu, maka saya pagi2 menyediakan sarapan keluarga saya, mencuci baju keluarga saya, dan pekerjaan rumah tangga lainnya. (Dalam Islam kewajiban ini adalah kewajiban suami bukan isteri). Setelah kelaurga selesai sarapan barulah saya pergi ke kantor..

    Subhanallah…apakah isterinya pemalas, saya yakin tidak, justru karena mereka faham hak dan kewajiban dalam Al Qur’an. Satu hal yang jarang kita resapi dalam kehidupan bermasyarakat ini..

    Makasih pak pengingatnya..

  2. Allahu Akbar..!!!

  3. mungkinkah pemimpin seperti umar dan said akan muncul dizaman sekarang?. Namun demikian saya cuma bisa berharap dan berdo’a : ‘Ya Allah turunkan bagi kami pemimpin -pemimpin yang baik, shalih dan yang benar-benar mengabdi pada bangsa dan rakyatnya seperti yang telah engkau turunkan terhadap bangsa/ummat dimasa lalu…kabulkanlah!.amin

  4. Semoga dari ketiga kandidat yang ada setidaknya ada kemiripan… JK..kali ya..

  5. teguh solo Says:

    subbanallah…..
    Semoga tambah SUKSES mas….

  6. Subhanallah. tulisan yang bagus pak. Jikapun pemimpin kita 0,5 nya said, rasanya sudah baik…

  7. Bustanul Ilmi Says:

    Subhanallah, Alangkah indah cerita Gubernur samid jika bisa diwujudkan di negeri ini.
    Lebih sempurna lagi jika kita juga menerapkan syariat Islam kaffah di bawah nauangan khilafah
    Allahu Akbar

  8. Subhanallah,..Para Salafus Sholih selalu mencontohkan yang terbaik utk kita…kadang kita malah yang tidak mau mencontoh mereka…

    Pada kenyaataannya…belum ada tuh calon Pemimpin kita yang seperti Gubernur Said….

    Ya Alloh,.. kami merindukan Pemimpin seperti Gubernur Sa’id bin Amir al-Jumhi….

  9. Subhanallah…
    Ya Alloh,.. beri kami Pemimpin seperti Gubernur Sa’id bin Amir.

  10. Ada masanya bangsa ini akan memiliki pemimpin seperti itu… dan tergantung kualitas rakyat yang memilihnya.

  11. Allah memberikan banyak hal lUar biasa pada Jiwa n kata Makhluk yang diCintainya yaitu Manusia yang terpilih dan oom Jamil termasuk orang diDalamnya amIn….

  12. subhanallah, said adalah salah satu mutiara yang dihasilkan dari kerang bernama “Khilafah”, jika kita hendak memanen kerang-kerang mulia maka sudah saatnya kita tinggalkan kerang bernama “Sekulerisme”

Leave a Reply