back to niriah

arrow Kategori

Book

Mengapa Saya Mengadakan TFT? (bagian 1)

Sejak SMP (awal tahun 1980) saya sudah menyukai dunia training. Bahkan ketika SMP-SMA untuk mata pelajaran yang saya sukai, saya sering berdoa semoga gurunya tidak hadir dan saya yang akan mengajar teman-teman di depan kelas.  Kebiasaan ini berlanjut ketika saya menjadi asisten dosen di IPB, saya selalu berharap dosen atau pengajar utama tidak hadir dan sayalah yang akan menggantikannya.

Semasa saya kuliah di IPB, sejak tingkat 2 saya sudah terbiasa memberikan pencerahan dari satu rumah ke rumah kontrakan mahasiswa. “Darah training” ini terus mengalir sampai saya bekerja.  Di sela-sela pekerjaan atau selepas jam kerja terutama hari Sabtu dan Minggu saya habiskan untuk memberikan pencerahan di berbagai tempat.

Kemampuan training saya semakin terasah setelah saya berkesempatan belajar tentang “Transfer Sikap, Kebiasaan dan Karakter” di Philipina selama satu bulan lebih pada tahun 2004. Sepulang dari Philipina saya mulai terjun memberikan pencerahan dan training di perusahaan.  Pengalaman memberikan training di perusahaan inilah yang kemudian mengantarkan saya “menemukan kembali” diri saya sendiri. Perusahaan itu bernama Plaza Indonesia.

Sebelum saya memberikan training di Plaza Indonesia ketika itu, saya di beritahu oleh bagian SDM (Pak Untung, Manajer SDM) bahwa para peserta telah mendapatkan banyak training dari berbagai trainer hebat. Saya kemudian bertanya, “Siapa trainer yang mereka sukai dan kagumi?”  Pak Untung ketika itu menjawab, “Steven Covey.” Jawaban pak Untung itu tertancap kuat dalam pikiran dan hati saya. Maka saya membaca ulang buku-buku Steven Covey dan metonton vidionya. “Saya harus tampil seperti Steven Covey” bisik saya dalam hati.

Di hari pelaksanaan training saya berusaha tampil seperti Steven Covey dengan harapan peserta puas dan trainingnya berhasil.  Namun, begitu sesi pertama selesai tim saya (Mbak Mely) ketika itu mengatakan, “Hari ini saya melihat mas Jamil menjadi orang lain, bukan menjadi mas Jamil sehingga menurut saya mas Jamil tampil kurang mengesankan. Ayo jadilah mas Jamil sendiri jangan menjadi orang lain”

Kata-kata Mbak Mely menyentak pikiran saya. Dan di sesi kedua,  saya buang jauh-jauh pikiran agar mirip Steven Covey. Saya harus menjadi diri saya sendiri. Terserah orang lain mengatakan apa, saya spesial dan saya berbeda dengan orang lain maka saya harus tampil dengan gaya saya. Saya tampil seperti kesetanan ketika itu. Pikiran, hati dan ilmu yang saya sampaikan menyatu dalam setiap tutur kata yang meluncur keluar dari mulut saya. Tidak ada beban, yang ada adalah kenikmatan dan keasyikan saya memberikan training. Tanpa terasa waktu dua jam telah berlalu.

Begitu sesi kedua itu berakhir tanpa saya duga semua peserta memberikan standing applause kepada saya.  Meraka puas, ketika itu mereka mengatakan “materi dan trainer yang luar biasa, baru kali ini kami mendapatkan materi training yang begitu dalam, materinya membuka cakrawala dan menyentuh hati” dan pujian-pujian lain yang terus mengalir ke saya.

Sejak saat itulah, saya berkomitmen untuk tampil dengan gaya dan cara saya sendiri. Tahun 2004 training Plaza Indonesia di hotel Novotel Bogor adalah cikal bakal saya “menemukan kembali” diri saya sendiri. Tak kan terlupakan…tak kan tergantikan….

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | July 14, 2009

8 Responses to “Mengapa Saya Mengadakan TFT? (bagian 1)”

  1. bagaimana kalau kita ingin tampil sebaik orang lain?

  2. sofiyan hadi Says:

    sudah tak sabar rasanya ingin segera mengikuti TFT Pak Jamil. alhamdullah saya sdh daftar bareng mastermind saya dari kudus. seorang dosen dan penulis buku NurSaid,MA.saya tunggu sahabat sukses mulia yang lain.

  3. pak,bila kita blum menemukan klompok mastermind gmna pak..?? teman-teman pada malu…beri saran pak…
    trus bila kita blum menemukan expert yg tepat buat diri kita,kbetulan saya masih mahasiswa…makasi…

  4. saya belum maksimal menemukan diriku sendiri. Bisa dibantu?

  5. mohammad windy Says:

    inspiring!!
    ditunggu bagian 2nya pak jamil

  6. Jamil Azzaini Says:

    Masfatah, Insya Allah akan segera menemukan dirinya sendiri. Kalau gak percaya datang di acara Yogya, he…he…

    Salam SuksesMulia
    Jamil Azzaini

  7. alhamdulillah, ryan siap bergabung di acara TFT Yogya.
    mohon bimbingannya, semoga kita semua akan lebih bermanfa’at.
    makasih.

    Teteup semangat !
    Ryan Widiyanto

  8. kira2 di srby kapan ya diadakan tft? trmk

Leave a Reply