Eudaimonia. Kebahagian sejati tidak sulit mendapatkannya. Sekali lagi saya kutipkan tiga ciri orang bahagia yang diambil dari hasil riset yang dilakukan pada orang-orang bahagia. Mereka adalah:
Pertama, Orang-orang yang memberikan manfaat bagi orang lain (significance). Kehadiran mereka dirasakan sebagai keberuntungan bagi banyak orang tanpa memandang latar belakang orang-orang itu.
Kedua, Menginspirasi (inspired). Mereka dapat menjadi pendorong bagi orang lain. Mereka memotivasi orang lain untuk bergerak mendapatkan kebahagiaan, dalam bidang apapun. Jika orang lain melihat mereka, mereka pun tergerakkan untuk melakukan sesuatu.
Ketiga, warisan bernilai (legacy). Orang-orang bahagia adalah mereka yang bekerja penuh waktu untuk mewariskan sesuatu yang bernilai dan bahagia. Warisan itu boleh jadi berupa ide-ide ilmu pengetahuan. Bisa berupa bangunan-bangunan yang bernilai tinggi dan berguna, atau berupa orang-orang (kader-kader) yang mengantarkan orang lain pada kehidupan lebih baik.
(Dikutip dari buku Unlimited Potency of The Brain, Dr Taufik Pasiak, Mizan. Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini)
November 24th, 2009 at 10:46 am
saya ambil ya pak, biar bahagia.
tapi bahagi itu juga pilihan
November 24th, 2009 at 11:07 am
boleh nambahin gak stadz? Orang yang pandai menghitung nikmat dan sekaligus mensyukurinya..?
November 24th, 2009 at 11:19 am
ok, pak.. semoga kita semua bahagia danan memiliki ciri2 diatas..aminn
November 24th, 2009 at 12:49 pm
Bahagia. Semua orang ingin mendapatkannya. Semua mengidamkannya.
Apa yg Mas kutip sudah merupakan indikasi kebahagiaan.
Dalam sebuah keterangan, disebutkan bahwa kebahagiaan itu bisa dicirikan dengan memiliki:Lisan yg selalu berdzikir, hati yg khusyu’, istri yg solehah, rumah yg luas, kendaraan yg nyaman.
Yg pasti, jika kita ingin bahagia, ikuti aturan Allah. Karena Allahlah yg paling mengetahui diri kita.
Tiga hal yg Mas sebutkan di atas bisa tercapai secara optimal ketika potensi kita tunduk pada aturan Allah.
Salam Bahagia. Salam Sukses Mulia.
November 24th, 2009 at 3:11 pm
Boleh nambahin nambahin, org pandai bersyukur dan ikhlas juga tempat kerjanya deket dari rumah…:)
November 24th, 2009 at 5:20 pm
Makasih stadz, smoga makin bahagia kita smua, @ mba dini setuju bahagia adalah pilihan..
November 24th, 2009 at 6:05 pm
Bahagia menurut Ahli Sufi: Dapat Menikmati atas jalan yang DiRedhaiNya…….
November 24th, 2009 at 6:06 pm
saya belum memenuhi semua kriteria diatas, tapi saya sangat bersyukur dan sangat berbahagia dengan apa yang saya jalani,…
jadi postulat di atas, belum tentu benar bung ! itu hanya berlaku untuk orang orang SEKULER !
November 24th, 2009 at 8:25 pm
baca juga the 7 law of happiness
December 1st, 2009 at 11:22 am
Bahagia itu bukan pilihan, bahagia itu satu2nya jalan. Karena surga hanya menerima manusia2 yg bahagia selama hidupnya.
Bahagia itu tdk dicari tp dimunculkan dari diri lewat rasa & akal…dan kesempurnaan hidup hanya bisa dicapai dg memberikan sesuatu terbaik yg dimiliki kpd org laen.
December 4th, 2009 at 1:14 pm
Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.
Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Meneliti Kebahagiaan. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.
Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.
Lex dePraxis
Unlocked!
December 4th, 2009 at 3:54 pm
wahh….ternyata menjadi orang yang bahagia harus be friendly and care. ok dehh pak ta’ coba. doain yaa…bisa bahagia dunia akhirat.