back to niriah

arrow Kategori

Book

Resensi Tuhan Inilah Proposal Hidupku

Judul: Tuhan, Inilah Proposal Hidupku
Penulis: Jamil Azzaini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Tebal: 99 hlm
ISBN: 978-979-22-4438-0

Apakah proposal hidup itu? Apakah kita membutuhkannya untuk menjalani kehidupan, menyelesaikan semua perkara hidup dan mencapai tujuan hidup? Workbook yang ditulis Jamil Azzaini mungkin bisa jadi jawaban; bisa pula tidak.Kita terbiasa menjalani kehidupan apa adanya. Iya, benar. Kita punya keinginan, harapan, bahkan target dalam hidup. Tentu saja. Tapi apakah kita, manusia, terbiasa menuliskan setiap mimpi yang ingin diwujudkannya? Ini kembali ke masing-masing orang, yang sifatnya bisa jadi privat dan rahasia.Tidak banyak dari kita yang punya waktu, atau menyisihkan sedikit saja, menuliskan impian dan harapan, bahkan ambisi. Kebanyakan semua itu tersimpan di otak, berbentuk fakta imajiner.

Itulah sebabnya, Azzaini mau berbagi melalui Proposal Hidup nya. Azzaini bukan mengajari Anda jadi suka menulis. Bukan pula mengajarkan Anda jadi narsis. Ia hanya berusaha menghempaskan khayalan menjadi kata-kata, yang nantinya bisa diwujudkan. Jadi, impian bukan cuma kisah terpendam, sedikit terkatakan tapi tidak terlaksana.

Pria yang mendedikasikan diri sebagai inspirator ini sedang mendidik kita merencanakan hidup secara matang. Ya, kita tinggal mengikuti panduan dan menuliskan setiap rencana dan target: apa yang kita inginkan dalam hidup dan bahagia macam apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Itulah sebabnya, Proposal Hidup tidak lupa menuntun kita berkisah tentang betapa berharganya diri kita sendiri. Sekali lagi, bukan atas dasar narsistis, melainkan penghargaan self awareness yang sering terabaikan, bahkan oleh masing-masing pribadi.

Eittss.. jangan senang dulu. Jangan kira setelah menulis, hidup kita tiba-tiba berubah; tercapainya target atau jadi kaya. Orang hebat ataupun orang sukses itu bukan karbitan! Proposal hidup hanya bekal. Sisanya, tentu saja konsistensi, motivasi dan yang terpenting adalah usaha keras.

Azzaini berbagi keutamaan hidup teratur dengan kita. Filosofi ?biarlah hidup mengalir seperti air’ boleh diyakini, tapi ada baiknya kita sendirilah yang mulai mengatur hidup. Tulisan dalam proposal hidup adalah motivasi, our own direction, supaya kita tidak lupa tujuan utama dalam hidup.

Penulis mengajak kita mencapai cita-cita materialis tanpa melupakan spiritualitas. Karenanya, Azzaini mensyaratkan setiap permohonan itu kepada Tuhan. Keseimbangan aspek lahiriah dan batiniah agaknya menjadi kunci pencapaian tujuan hidup. Dalam usaha itu kita tidak lupa berserah diri; bukan pasrah.

Tuhan, inilah Proposal Hidupku hanyalah satu dari sekian blog yang dibukukan. Gaya penulisan ini makin marak ditengah arus deras new media technology. Diantara seabreg blog, situs-situs pribadi dan buku-buku online, agaknya buku cetakan kertas masih akrab dan identik dengan gaya membaca. Terlepas dari persoalan komersil, buku maupun blog masih menyisakan unsur infomatif dan inspiratif. Bila suka, selamat membaca! (mbs)

(Dikutip dari Dewi Lubis, okezone)

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini PADA April 16, 2009 | 17 KOMENTAR »

Ayo Buat Proposal Hidup

Oleh. N.Faqih Syarif H
(http://fikrulmustanir.blogspot.com
“Kalau untuk bikin acara yang digelar satu dua hari ini saja kita butuh sebuah proposal, mengapa untuk hidup kita yang berjalan puluhan tahun kita tidak membuat proposal?Mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita?”( Jamil Azzaini )

Sobat, kalimat provokatif di atas muncul dari Mentor kami Sang Inspirator sukses mulia telah menggugah saya untuk membuat proposal hidup dan membuat goal setting di tahun 2009. Ia telah mencontohkan dirinya menyusun proposal hidupnya untuk sekian tahun ke depan, termasuk capaian-capaian dan lompatan hidup yang akan dituju secara rinci, detil dan sedemikian rupa sehingga arah hidup kita menjadi jelas. Proposal itu dibuat untuk menuntunnya menggapai prestasi tertinggi yang bisa dibanggakan di hadapan Allah. Beliau menceritakan bahwa ketika dirinya berangkat haji. Dia tidak lupa membawa proposal hidupnya. Sambil thawaf di masjidil haram, ia hanya minta kepada Allah agar ia dapat mewujudkan cita-cita sukses mulianya dalam proposal itu, Ya Allah inilah proposal hidupku. Apabila dengan ini Engkau semakin cinta kepadaku bantulah aku. Jika dengan ini keberadaanku memberi manfaat kepada banyak orang bantulah aku. Akan tetapi apabila dengan proposal hidup ini Engkau menjauh dariku dan keberadaanku membebani orang-orang yang berada di sekitarku, berilah petunjuk kepadaku. Jangan tinggalkan aku Ya Allah. Ya Allah , bantulah aku untuk mampu mewujudkan proposal hidup ini sebab tanpa bantuan dan pertolongan-Mu aku pasti tak akan merealisasikan proposal hidup ini. Ya Allah, kabulkanlah…..

Sobat, Kalo anda ingin buat Proposal hidup anda. Silahkan Baca bukunya Mas Jamil semacam workbook dengan judul .”Tuhan, Inilah Proposal Hidupku…….” Ikuti instrusinya secara baik dan bertahap. Susun proposal hidup anda secara detail. Insya Allah kehidupan anda dimasa yang akan datang akan jauh lebih baik daripada apabila anda tidak menyusunnya. dst………

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini PADA March 21, 2009 | 18 KOMENTAR »

Tuhan Inilah Proposal Hidupku

Untuk acara HUT Kemerdekaan RI atau acara seremoni lainnya biasanya kita membuat proposal.  Acaranya biasanya hanya berlangsung beberapa jam atau paling lama satu bulan.  Mengapa untuk acara yang hanya berlangsung sesaat Anda membuat proposal tetapi untuk hidup Anda yang mungkin lebih dari 60 tahun Anda tidak membuat proposal?

Jangan gadaikan hidup Anda. Rancanglah hidup Anda dengan teliti dan cermat. Hidup ini singkat jadi berikanlah yang terbaik.  Buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku yang diterbitkan Gramedia ini menuntun Anda untuk membuat proposal hidup.  Selain sebagai buku bacaan, Anda akan memperoleh manfaat yang sangat besar apabila Anda melakukan semua instruksi yang ada di dalam buku tersebut.

Harganya cukup murah bila dibandingkan dengan manfaat yang Anda peroleh, hanya Rp 35.000. Segeralah ke toko buku terdekat. Beli, baca, kerjakan dan kehidupan SuksesMulia akan mengejar-ngejar Anda.

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini PADA March 9, 2009 | 31 KOMENTAR »

Trend Hadiah Buku

Hadiah berupa buku sekarang sudah mulai menjadi trend.  Selain tahan lama, buku juga bisa menambah wawasan, memberi inspirasi, dan menambah ilmu bagi penerimanya.  Dan tentu mendukung budaya membaca.  Bandingkan dengan hadiah berupa karangan bunga, hanya bertahan beberapa hari kemudian layu dan terbuang.

Budaya ini tentu membuat senang para penulis termasuk saya.  Buku Kubik Leadership dan Buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia ternyata juga menjadi hadiah untuk orang lain.  Ibu Sri dari BRI menjadikan kedua buku itu kenang-kenangan kepada semua anak buahnya ketika dia berpindah ke kota lain. Begitu juga Ibu Mutiara dari Bank Niaga, semua timnya yang berjumlah 38 orang mendapat buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia ketika dia harus berpindah bagian.

Tak ketinggalan Bapak Fatin Salim ketika syukuran rumah barunya, semua undangan yang hadir 80 orang lebih mendapat buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia.  Hal ini juga dilakukan mbak Muti ketika syukuran rumah barunya di Bintaro.  Selaku Direktur Utama Kantor Berita Antara, Bapak Mukhlis Yusuf juga memborong kedua buku saya itu untuk karyawan Antara.

Untuk menyemangati para auditor, Bapak Irjen Depdiknas, M.Sofyan,  memberikan hadiah 400 lebih buku Menyemai Impian Meraih Sukses mulia.  Bahkan, ketika 25 tamu dari pimpinan dan anggota dewan DPRD Kabupaten Barru Sulawesi Selatan datang ke Depdiknas mereka mendapat bingkisan masing-masing kedua buku tulisan saya itu.  Duh senangnya.

Terima kasih kepada siapapun Anda yang telah membudayakan memberikan hadiah berupa buku terutama kalau hadiahnya buku tulisan saya.  He…he…he…. Pak Nukman dari Virtual sahabat dan guru saya, terima kasih sudah memborong buku saya untuk karyawan Anda.

Khusus yang telah sms dan memberitahu saya bahwa Anda memberikan hadiah atau buah tangan kepada orang lain berupa kedua buku saya tersebut, saya menyampaikan terima kasih.  Terima kasih kepada Bapak M.Sofyan, Ibu Sri, Ibu Mutiara, Pak Fatin Salim, Mas Kaolan, Pak Nukman, Pak Mukhlis Yusuf, Mas Wahyu, Pak Fathullah, Ibu Yuni, Mas Imam,  Mas Jasri, Pak Tanjung, Pak Boby, Pak Chepy, Om Iwid, dan semua orang yang telah menjadikan kedua buku saya sebagai hadiah.

Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini PADA November 3, 2008 | 5 KOMENTAR »

Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian

Ada buku menarik yang saya baca Judulnya Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian.  Buku ini saya beli di Surabaya.  Saya kagum dengan sosok yang diangkat dalam buku ini.  Namanya Ust. Lihan.  Bersahaja, dermawan dan cerdas. Ustadz sekaligus pengusaha. Saya kutip tulisan beliau dari web pribadi beliau http://lihan.net Semoga bermanfaat.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

“Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian” Itulah judul buku pertama saya yang di di buat oleh Ahmad bahar dari Jakarta .Saya terkejut juga ketika ada seorang pengarang buku yang datang kerumah saya pada suatu malam yang gelap kira kira 3 bulan yang lalu.Di rumah saya beliau mengutarakn maksudya ingin menulis sebuah buku tentang perjalanan hidup saya .Setelah saya pikir saya terima tawaran beliau untuk di wawancarai guna membuat sebuah buku .Setelah satu bulan kira-kira pak Bahar memberitahu saya bahwa buku segera naik cetak.Belaiu bertanya perlu koreksi tidak lalu saya berkata nggak usah di koreksi saya percaya saja dengan bapak kata saya waktu itu .Beberapa minggu kemudian pak Bahar membertahu saya bahwa launching buku akan di selenggarakan di Gramedia Matraman Jakarta tanggal 9 Agustus bertepatan satu bulan setelah ulang tahun saya .Ketika itu buku saya di cetak 5000 eksemplar ,pak Bahar berkata kenapa hanya 5000 cetak saja 10000 waktu saya berkata sambil bercanda takut tidak habis kan sayang he he he.

Tanggal 9 Agustus di Gramedia Matraman jam 4 sore hadirlah saya di sana untuk acara launching buku saya .Di luar dugaan saya begitu saya masuk di depan gedung itu ada ucapan dari Bapak Gubernur DKI Pak Fauzi Bowo yang isinya “Selamat Atas Launching Buku Ustadz pun Bisa menjadi Pengusaha B(e)rilian .Wah ternyata Pak Fauzi Bowo masih ingat saya walaupun beliau sibuk masih sempat memberkan ucapan selamat.Begitu saya masuk ruangan terkejut juga saya ternyata sudah banyak undangan yang hadir mereka ada dari Pondok Pesantren,Artis ,MUI ,Perbankan dan lain lain.Singkat cerita setelah acara selesai ternyata banyak yang membelu buku saya waktu itu mereka meminta tanda tangan .Saya merasa bak seorang artis yang baru beken he he.

Setelah dua hari Pak Bahar memberitahu bahwa buku saya sudah terjual 2500 eksemplar wah tinggal 2500 lagi dong sisanya.saya sebenarnya nggak habis pikir kenapa buku tentang saya itu bisa laris manis bahkan mengalahkan buku-buku lain yang di tulis pak Ahmad Bahar sebelumnya.Menurut saya buku itu biasa saja banyak orang yang jauh lebih sukses dari saya lebih terkenal dari saya tapi mungkin saja gaya tulisan Ahmad Bahar yang menbuat buku itu enak di baca .

Sekarang buku itu sudah di cetak kembali menjadi 10.000 untuk cetakan kedua karena buku cetakan pertama sudah habis .Dulu niat saya hanya berbagi ilmu agar bisa di baca oleh semua lapisan masyarakat dan alhamdulillah buku saya laris .Mudah-mudahan banyak pembaca yang termotivasi dan terinspirasi setelah memmbaca buku tersebut Amien.

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini PADA September 7, 2008 | 10 KOMENTAR »
^ Back to top | Pages (2): 1 2 »