<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Jamil Azzaini</title>
	<link>http://jamil.niriah.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 22:56:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Jangan Jadi Orang Konsisten</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/12/01/jangan-jadi-orang-konsisten/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/12/01/jangan-jadi-orang-konsisten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 22:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/12/01/jangan-jadi-orang-konsisten/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mendapat pelajaran untuk konsisten mengerjakan sesuatu.  Tetapi saya dapat pelajaran lain dari orang tua angkat saya.  Orang yang sangat saya hormati itu bernama Houtman Z Arifin (HZA).  Dia memang bukan orang tua kandung saya.  Tetapi dia seperti orang tua saya sendiri.  Dia mengajarkan kepada saya agar tidak konsisten.
HZA memulai bekerja dengan menjadi office [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering mendapat pelajaran untuk konsisten mengerjakan sesuatu.  Tetapi saya dapat pelajaran lain dari orang tua angkat saya.  Orang yang sangat saya hormati itu bernama Houtman Z Arifin (HZA).  Dia memang bukan orang tua kandung saya.  Tetapi dia seperti orang tua saya sendiri.  Dia mengajarkan kepada saya agar tidak konsisten.</p>
<p>HZA memulai bekerja dengan menjadi office boy (OB) di city bank.  Setelah 19 tahun mengabdi di city bank dia menjadi vice president (VP) di perusahaan multinasional itu.  Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB.  Hingga suatu saat temannya protes kepada HZA, &#8220;Houtman kamu payah.  Kamu gak konsisten.  Kita nich konsisten&#8230;konsisten jadi OB&#8221; mereka tertawa bersama.</p>
<p>Kita memang seharusnya tidak menjadi orang yang konsisten. Bukankah orang bijak pernah mengatakan &#8220;Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin berarti dia merugi.  Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan hari kemarin dia celaka. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin dialah orang yang beruntung.&#8221;  Kalau konsisten berarti kita rugi khan?</p>
<p>Supaya hidup kita beruntung berarti setiap hari kulaitas hidup kita harus meningkat walau hanya 1%.   Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.  Walau hanya 1% melakukan peningkatan hidup per hari, tapi bila dilakukan  satu tahun akan menjadi 365%.  Artinya kualitas hidup Anda seharusnya setiap tahun meningkat 365%.  Tapi kalau Anda konsisten maka Anda akan menjadi orang yang sama kualitas hidupnya dibandingkan tahun lalu. Berarti Anda menjadi kelompok orang-orang yang merugi.</p>
<p>Nah, sekarang sudah hampir dipenghujung tahun 2008.  Coba Anda merenung sejenak.  Apakah kehidupan Anda hari ini masih sama dengan tahun lalu? Apakah prestasi Anda sama dengan tahun lalu? Apakah perhatian Anda kepada pasangan hidup Anda sama dengan tahun lalu? Apakah hutang Anda besarnya masih sama dengan tahun lalu? Apakah sahabat Anda juga masih saman dengan tahun lalu? Kalau masih sama berarti Anda menjadi orang yang rugi karena Anda masih konsisten.</p>
<p>Jadi mulai hari ini, Jangan Jadi Orang Konsisten karena akan membuat hidup Anda Merugi.  Rencanakan tahun 2009, buatlah target-target yang membuat kehidupan Anda tidak konsisten seperti tahun 2008.  Target yang Anda buat harus menunjukkan peningkatan bahkan bila perlu lompatan nilai bila dibandingkan tahun 2008.  Selamat menyusun Target 2009.</p>
<p>Salam SUKSESMULIA</p>
<p>Jamil Azzaini (JA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/12/01/jangan-jadi-orang-konsisten/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Jack Welch</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/26/pesan-jack-welch/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/26/pesan-jack-welch/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 23:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Words of wisdom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/26/pesan-jack-welch/</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada yang berkata, &#8220;Aku bekerja sembilan puluh jam seminggu,&#8221; Aku akan berkata, &#8220;Kamu telah melakukan sesuatu yang sangat salah.  Aku main ski di akhir pekan. Aku keluar di hari Jumat.  Buatlah daftar dua puluh hal yang membuatmu harus bekerja sembilan puluh jam seminggu, dan sepuluh di antaranya pastilah hal-hal yang tak ada gunanya.&#8221;
Jadi rilexlah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada yang berkata, &#8220;Aku bekerja sembilan puluh jam seminggu,&#8221; Aku akan berkata, &#8220;Kamu telah melakukan sesuatu yang sangat salah.  Aku main ski di akhir pekan. Aku keluar di hari Jumat.  Buatlah daftar dua puluh hal yang membuatmu harus bekerja sembilan puluh jam seminggu, dan sepuluh di antaranya pastilah hal-hal yang tak ada gunanya.&#8221;</p>
<p>Jadi rilexlah, ambilah waktu untuk keluarga, untuk santai, dan jeda sejenak agar Anda semakin mampu menikmati hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/26/pesan-jack-welch/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal JA Bulan Nopember</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/24/jadwal-ja-bulan-nopember/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/24/jadwal-ja-bulan-nopember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 15:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/24/jadwal-ja-bulan-nopember/</guid>
		<description><![CDATA[

  

Jadwal Pelatihan/Seminar Jamil Azzaini Bulan Nopember 2008.  (Pelatihan Kubik Leadership atau Seminar SuksesMulia atau Bedah Buku Menyemai Impian Meraih SuksesMulia)
 

01      Nopember, Perusahaan Gas Negara, Bandung
02 Nopember, DD Travel, Vila Ratu      Ciawi
05      Nopember, SDM Gathering, Hotel Horison, Surabaya
06 – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDHIRAN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:UseFELayout/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--></p>
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Batang; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:바탕; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face 	{font-family:"\@Batang"; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Batang;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1810366519; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-18067178 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Jadwal Pelatihan/Seminar Jamil Azzaini Bulan Nopember 2008.<span>  </span>(Pelatihan Kubik Leadership atau Seminar SuksesMulia atau Bedah Buku Menyemai Impian Meraih SuksesMulia)</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<ol style="margin-top: 0in" start="1" type="1">
<li class="MsoNormal">01      Nopember, Perusahaan Gas Negara, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bandung</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">02 Nopember, DD Travel, Vila Ratu      Ciawi<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal">05      Nopember, SDM Gathering, Hotel Horison, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Surabaya</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal">06 –      08 Nopember, Samudera Indonesia Group, Puri Avia, Ciawi</li>
<li class="MsoNormal">09      Nopember, Keluarga Besar Pekalongan, <st1:place w:st="on">Taman</st1:place>      Mini</li>
<li class="MsoNormal">10      Nopember, Bank Mandiri, Hotel Swiss <st1:city w:st="on">Bell</st1:city>, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Banjarmasin</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal">15      Nopember, P.T. Askes, Kinasih Lido, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bogor</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal">17      Nopember, Pertamina, Gedung Pertamina Pusat, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal">17      Nopember, Direktorat Jenderal Pajak, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">18 Nopember, DD Bandung, Restoran      Sindang Reuret, Bandung<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">19 Nopember, Direktorat Jenderal      Pajak, Jakarta<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">19 – 21 Nopember, Jasa Raharja, Wisma      UI, Depok<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">21 Nopember, Pusat Pendidikan dan      Latihan Depdiknas, Cinangka<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">22 Nopember, Bank Mandiri, Hotel      Grand Elite, Pekanbaru<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">23 Nopember, Bintang Pelajar, Gedung      Jerman Centre, BSD<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">24 Nopember, Bank Mandiri, Kantor      Wilayah Medan<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">26 Nopember, Danareksa, Jakarta</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">27 Nopember, PT. H. Sampoerna, Surabaya </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">28 Nopember, Ericson Indonesia,      Bandung<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">29 Nopember, Bank Mandiri, Plaza      Mandiri Jakarta<o:p></o:p></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">29 Nopember, Program Pascasarjana,      IPB Bogor</span></li>
</ol>
<p>Salam SuksesMulia</p>
<p>Jamil Azzaini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/24/jadwal-ja-bulan-nopember/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telat Berbuah Manfaat</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/23/telat-berbuah-manfaat/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/23/telat-berbuah-manfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 08:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/23/telat-berbuah-manfaat/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, 22 Nopember 2008 saya mendapat giliran memberikan Motivation Journey di Bank Mandiri Pekanbaru.  Acara dimulai pukul 07.30 dan berakhir 12.30.  Seharusnya saya bisa pulang dengan Garuda pukul 14.30.  Namun karena ada rombongan wakil presiden kepulangan saya menjadi pukul 19.00.  Semula saya protes karena memang ketika itu rinduku kepada anak-anakku begitu membuncah. Padahal hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu, 22 Nopember 2008 saya mendapat giliran memberikan Motivation Journey di Bank Mandiri Pekanbaru.  Acara dimulai pukul 07.30 dan berakhir 12.30.  Seharusnya saya bisa pulang dengan Garuda pukul 14.30.  Namun karena ada rombongan wakil presiden kepulangan saya menjadi pukul 19.00.  Semula saya protes karena memang ketika itu rinduku kepada anak-anakku begitu membuncah. Padahal hari Minggu sore 23 Nopember 2008 saya harus terbang lagi ke Medan.</p>
<p>Karena jeda waktu menunggu yang begitu lama akhirnya saya kontak sahabat saya ketika kuliah di IPB dulu.  Muhammadun namanya.  Saya ingin bertemu.  Saya ingin ngobrol. Ternyata dari pertemuan itu saya malah diajak tampil di Riau TV.  Kurang lebih satu jam saya membedah buku kedua saya; Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia (Gramedia). Alhamdulillah, selain saya berkesempatan berbagi ilmu sekaligus promosi gratis buku saya.  Smoga bukunya laris manis dan segera dicetak ulang lagi.  He..he&#8230;</p>
<p>Selain berkesempatan membedah buku saya setelah acara TV saya disambangi teman SMP saya di lampung dulu.  Duh senangnya, setelah lebih dari 20 tahun tak jumpa rasanya bahagia sekali bertemu dengan teman SMP.  Dulu dia culun, sekarang dia sudah menjadi agen asuransi ternama di Pekanbaru.  Ia sudah jadi milyarder, dan tentu tampilnya semakin perlente.  Wah sore itu, saya senang bukan kepalang.</p>
<p>Kebahagian saya makin membuncah karena selepas meninggalkan studio TV saya diajak dulu makan durian Pekanbaru yang dimakan bersama ketan. Mak nyos&#8230;.enak tenan.</p>
<p>Andai saja saya ikut penerbangan Garuda pukul 14.30 tentu saya tidak bisa merasakan semua kenikmatan itu.  Ternyata semua hal bila dinikmati akan terasa nikmat.  Begitu juga telat yang saya alami ternyata membawa banyak manfaat.  So, nikmatilah setiap moment kehidupan yang datang kepada kita.</p>
<p>Salam SUKSESMULIA</p>
<p>Jamil Azzaini (JA) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/23/telat-berbuah-manfaat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Persamaan Megawati &#038; Oprah Winfrey?</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/21/apa-persamaan-megawati-oprah-winfrey/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/21/apa-persamaan-megawati-oprah-winfrey/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 23:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Just Relax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/21/apa-persamaan-megawati-oprah-winfrey/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu aktivitas hidup yang palin saya senangi adalah bermain tebak-tebakan dengan anak saya.  Dalam urusan ini saya hampir selalu kalah dengan anak saya.  Bukan hanya kalah, kadang saya &#8220;dipukul&#8221; KO sama anak saya.
Pernah suatu ketika anak saya memberikan teka-teki kepada saya. &#8220;Pak apa persamaannya Megawati dengan Oprah Winfrey&#8221;.  Spontan saya jawab, &#8220;sama-sama perempuan&#8221;.  Langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu aktivitas hidup yang palin saya senangi adalah bermain tebak-tebakan dengan anak saya.  Dalam urusan ini saya hampir selalu kalah dengan anak saya.  Bukan hanya kalah, kadang saya &#8220;dipukul&#8221; KO sama anak saya.</p>
<p>Pernah suatu ketika anak saya memberikan teka-teki kepada saya. &#8220;Pak apa persamaannya Megawati dengan Oprah Winfrey&#8221;.  Spontan saya jawab, &#8220;sama-sama perempuan&#8221;.  Langsung anak saya berkata, &#8220;yah&#8230;itu mah anak SD juga tahu&#8221;.  Saya jawab lagi, &#8220;sama-sama orang terkenal&#8221;.  Anak saya meledek saya lagi, &#8220;yah..itu mah nenek-nenek pikun juga tahu&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus apa dong?&#8221; kata saya.  &#8220;Bener bapak nyerah?, gak nyesel?, berarti bapak kalah nich&#8221; ledek anak saya.   &#8220;Ya dech bapak ngaku kalah&#8221; aku saya.  &#8220;Bener bapak gak ngerti persamaan Megawati dan Oprah? Ya, Bapak payah. Jawaban yang bener adalah MEREKA BERDUA SAMA-SAMA TIDAK KENAL BAPAK&#8221; jawab anak saya langsung berlari pertanda ingin dikejar oleh saya.</p>
<p>Salam SUKSESMULIA</p>
<p>Jamil</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/21/apa-persamaan-megawati-oprah-winfrey/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kata-kata Mutiara Pekan ini</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/14/kata-kata-mutiara-pekan-ini-2/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/14/kata-kata-mutiara-pekan-ini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 22:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Words of wisdom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/14/kata-kata-mutiara-pekan-ini-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil berbeda tetapi menggunakan cara-cara yang sama. (Albert Einstein)
Maknanya:
Berkreasilah&#8230;jangan puas dengan capaian masa lalu karena juga dunia terus berubah.  Bila kita tetap menggunakan cara-cara yang sama dimasa lalu maka kita akan dilindas zaman dan tertinggal.  Carilah terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan hasil kerja kita juga untuk meningkatkan kualitas hidup kita baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil berbeda tetapi menggunakan cara-cara yang sama. (Albert Einstein)</p>
<p>Maknanya:</p>
<p>Berkreasilah&#8230;jangan puas dengan capaian masa lalu karena juga dunia terus berubah.  Bila kita tetap menggunakan cara-cara yang sama dimasa lalu maka kita akan dilindas zaman dan tertinggal.  Carilah terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan hasil kerja kita juga untuk meningkatkan kualitas hidup kita baik dengan keluarga maupun masyarakat.</p>
<p>Selamat merenung mencari alternatif baru&#8230;</p>
<p>Salam SUKSESMULIA</p>
<p>Jamil</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/14/kata-kata-mutiara-pekan-ini-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/13/selamat-jalan/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/13/selamat-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 23:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/13/selamat-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengenal seorang yang luar biasa dalam menjalani hidup.  Di awal tahun 70 hingga akhir tahun 90 ia menjalani hidup berkubang dengan kemisikinan.  Ia menjadi satu dari 10 orang termiskin di kampungnya. Atap rumahnya dari ilalang.  Dindingnya dari bambu. Rumahnya berdiri sendiri di rimbunnya hutan Lampung.
Saya teringat tatkala ia dihina dengan kata-kata kotor ketika meminjam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengenal seorang yang luar biasa dalam menjalani hidup.  Di awal tahun 70 hingga akhir tahun 90 ia menjalani hidup berkubang dengan kemisikinan.  Ia menjadi satu dari 10 orang termiskin di kampungnya. Atap rumahnya dari ilalang.  Dindingnya dari bambu. Rumahnya berdiri sendiri di rimbunnya hutan Lampung.</p>
<p>Saya teringat tatkala ia dihina dengan kata-kata kotor ketika meminjam uang untuk biaya sekolah anaknya.  Saya teringat ketika ia dikejar-kejar orang untuk menagih hutang yang sudah lama jatuh tempo. Saya teringat tatkala ia harus pindah ladang garapan karena ladang yang semula belantara hutan ada yang mengakui itu miliknya.  Untuk menjaga stamina tubuhnya ia dan keluarganya cukup memakan nasi jagung dan <span style="font-style: italic">tiwul </span>(makanan dari ubi kayu).</p>
<p>Berbagai profesi pekerjaan pernah dijalaninya; petani, jualan tape, buruh tani, pengantar surat, kuli panggul, office boy di PTP X, dan menjaga ladang milik orang-orang kaya.  Berbagai profesi itu ia jalani walau hasilnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.  Hanya satu profesi yang tidak pernah berganti hingga hari ini yaitu guru mengaji.</p>
<p>Selasa, 11 November 2008 saya menghadiri undangannya di Lampung.  Saya langsung terbang dari Banjarmasin karena sehari sebelumnya saya memberikan seminar di Bank Mandiri di kota itu.  Ya, orang yang dulu menjadi icon miskin di kampungnya kini akan menunaikan ibadah haji. Di kampungnya hingga hari ini belum ada 5 orang yang mampu menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Ia membuat <span style="font-style: italic">tarub</span> (semacam tenda besar) untuk menerima tamu-tamunya. Ia mengundang 400 orang untuk mendoakan keberangkatan haji.  Namun ternyata yang hadir mencapai 800 orang.  Dua kali lipat dari yang diundang.  Panitia panik, apakah makanan yang disiapkan cukup?. <span style="font-style: italic">Subhanallah</span>, ternyata makanan yang disiapkan cukup untuk para undangan.</p>
<p>Undangan bukan hanya dari kampung itu tetapi juga dari berbagai kampung tetangga.  Ada yang bersepeda, menggunakan motor, mobil pribadi bahkan ada yang menggunakan mobil bak terbuka. Butiran air bening membasahi pipi tatkala melihat rombongan datang berduyun-duyun dengan menggunakan mobil bak terbuka dan berpayung plastik lebar karena ketika itu hujan rintik-rintik.</p>
<p>Saya terharu dengan antusias dan dukungan orang-orang kampung itu.  Ketika diberi kesempatan untuk memberikan kata sambutan saya hanya bisa berkata singkat; &#8220;<span style="font-style: italic">terima kasih atas dukungan, doa dan kehadiran bapak dan ibu pada hari ini.  Maafkan bila tempat yang telah disediakan tidak mencukupi sehingga harus berdiri dan masuk ke rumah orang lain.</span></p>
<p style="font-style: italic">Selain itu, mohon maafkan atas semua kesalahan, kekurangan yang pernah ada.  Izinkanlah kedua orang tua kami, Bapak Ahmad Zaini dan Ibu Wasiyem menunaikan ibadah haji dengan tenang.  Kami tahu orang tua kami orang yang hebat dan luar biasa menurut kami.  Tapi mereka bukan malaikat, mereka pernah melukai hati bapak dan ibu.  Mereka pernah  tak sanggup membayar hutang sesuai janji. Mereka pernah berbohong kepada guru agar anaknya bisa tetap sekolah.  Mereka pernah berbohong kepada bapak dan ibu hanya sekedar agar anaknya tidak minder karena kemisikinannya.</p>
<p style="font-style: italic">Hari ini, kami mohon bapak dan ibu mengikhlaskan kepergian orang tua saya untuk menunaikan ibadah haji.  Biarkanlah mereka menjadi tamu Allah dengan pikiran dan hati yang bersih.  Biarkanlah mereka menjadi tamu Allah tanpa membawa luka hati bapak dan ibu sekalian. Maafkanlah mereka&#8230;maafkanlah mereka&#8230;maafkanlah mereka&#8230;Biarkanlah mereka menjadi tamu Allah, biarkanlah mereka menjadi kekasih Allah</p>
<p>Selamat jalan bapak dan ibuku yang hebat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/13/selamat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>IRI-Lah</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/09/iri-lah/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/09/iri-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 14:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/09/iri-lah/</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini saya sering mendengar seruan buanglah penyakit hati, salah satunya adalah iri.  Namun pada acara halal bihalal TDA (Tangan Diatas) pada Sabtu, 08 Nopember 2008 di Darut Tauhid Bandung para undangan yang hadir malah diserukan untuk iri.  Sang penyeru bernama mas Amri yang memiliki pekerjaan bersepeda dan hobi konsultan itu. &#8220;Kalau Anda ingin jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini saya sering mendengar seruan buanglah penyakit hati, salah satunya adalah iri.  Namun pada acara halal bihalal TDA (Tangan Diatas) pada Sabtu, 08 Nopember 2008 di Darut Tauhid Bandung para undangan yang hadir malah diserukan untuk iri.  Sang penyeru bernama mas Amri yang memiliki pekerjaan bersepeda dan hobi konsultan itu. &#8220;Kalau Anda ingin jadi pengusaha beneran, Anda harus iri&#8221;</p>
<p>Kepada siapa kita boleh iri? hanya kepada dua golongan saja.  <em>Pertama</em>, orang kaya yang dermawan.  <em>Kedua</em>, orang berilmu yang mengamalkan ilmunya.  Dengan penjelasan itu pikiran sayapun jadi menerawang kepada sahabat-sahabat saya yang tergolong menjadi dua kelompok tersebut.</p>
<p>Orang yang kaya dermawan.  Saya langsung teringat sahabat saya Happy Trenggono. Saat ini mas Happy sedang giat investasi di bidang alat-alat berat dan perkebunan.  Pekan lalu saya baru bertemu mas Happy, dia baru saja menandatangani investasi di bidang perkebunan senilai Rp 2 trilyun.  Melalui PT Balimuda ia mengembangkan bisnisnya di luar pulau Jawa.</p>
<p>Walau dia sibuk bisnis, ia tak melupakan nasib orang-orang yang kurang beruntung dari aspek ekonomi.  Setiap pekan rumahnya dihadiri ratusan orang-orang miskin untuk mendapat jatah makanan.  Bahkan ketika menjelang lebaran lalu, dia menyewa helikopter untuk pulang ke kampung karena tidak ingin terlambat membagikan bantuan kepada ribuan orang di kampungnya.  Sensasi? tidak.  Karena dia lakukan itu bukan karena ingin publisitas. Dia lakukan karena memang ingin membantu.  Wah, betapa iri-nya saya.</p>
<p>Saya juga teringat sahabat saya, Iskandar Zulkarnain.  Kaya raya, bisnisnya tersebar di mancanegera. Menjadi komisaris di berbagai perusahaan di Indonesia. Namun dia rela membagi-bagi nasi bungkus sendiri di daerah konflik Maluku, Buton, Ternate, Poso, Aceh, Yogyakarya.  Diapun bersedia tidur di tenda-tenda bersama para pengungsi.  Wah, betapa iri-nya saya.</p>
<p>Saya juga ingat sahabat saya yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.  Mas Rohim, bukanlah dosen, bukan akademisi, bukan pakar dan bukan juga guru besar.  Ilmunya tidak seberapa dibandingkan mereka.  Namun ilmu sedikit yang ia miliki rela dibagi cuma-cuma kepada tiga ribu lebih anak jalanan di daerah Depok.  Ia membuat program bernama Master (Masjid Terminal).  Area masjid di terminal Depok dia jadikan tempat belajar gratis para anak jalanan. Ia angkat harkat dan martabat anak-anak jalanan agar kelak tidak lagi hidup di jalanan. Hasilnya, ribuan anak telah diberdayakan.  Wah, betapa irinya saya.</p>
<p>Saya juga punya sahabat ahli tanaman organik.  Bahkan dia pernah berguru ke Jepang untuk mendalami ilmunya. Syamsudin namanya.  Putra Brebes ini kini sedang kuliah S-3 di IPB Bogor.  Ilmu yang ia miliki dibagikan cuma-cuma kepada ribuan petani di berbagai daerah.  Ia membentuk LPS (Lembaga Pertanian Sehat).  Ribuan petani meningkat taraf kesejahteraannya, karena dengan tanaman organik yang dikembangkan para petani meningkat penghasilannya.  Saya pernah bersama beliau mengunjungi desa yang ia bina dan mencicipi makanan organik yang dihidangkan petani. Para petani sangat hormat dan sangat dekat dengan mas Syamsudin.  Wah, betapa iri-nya saya.</p>
<p>Ya, saya memang harus iri kepada mereka.  Begitupun Anda, Iri-lah.</p>
<p>Salam SUKSESMULIA</p>
<p>Jamil Azzaini (JA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/09/iri-lah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rinduku&#8230;</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/06/rinduku/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/06/rinduku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/06/rinduku/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah tengah kesibukanku road show ke berbagai kota, aku duduk sendiri di dalam kamar hotel.  Tiba-tiba butiran bening menetes di pipi.  Aku rindu istriku.  Aku rindu anakku. Merekalah penyemangat hidupku. Merekalah pelipur laraku.  Mereka penenang jiwaku. Mereka adalah perhiasan hidupku
Aku ingin renang bareng dengan anakku.  Aku ingin yuapin anakku.  Aku ingin bermain bantal dengan anakku.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah tengah kesibukanku road show ke berbagai kota, aku duduk sendiri di dalam kamar hotel.  Tiba-tiba butiran bening menetes di pipi.  Aku rindu istriku.  Aku rindu anakku. Merekalah penyemangat hidupku. Merekalah pelipur laraku.  Mereka penenang jiwaku. Mereka adalah perhiasan hidupku</p>
<p>Aku ingin renang bareng dengan anakku.  Aku ingin yuapin anakku.  Aku ingin bermain bantal dengan anakku.  Aku ingin bermain kartu dengan anaku. Aku ingin bermain badminton dengan anakku.  Aku ingin mengendong dan memeluk anakku. Aku ingin mendengar celoteh anakku. Aku ingin mendengar cerita anakku.  Aku ingin memandikan anakku sebelum dia berangkat sekolah. Aku ingin ngobrol dengan anakku.  Aku ingin melihat mereka tertidur dengan sungging senyum di bibirnya.  Aku ingin jalan-jalan dengan anakku.  Oh betapa rindunya aku&#8230; rindu yang semakin membuncah</p>
<p>Ya Allah&#8230;Apakah kesibukan ini untuk mereka? atau kesibukan ini sekedar hanya memuaskan egoku semata?</p>
<p>Maafkan aku wahai istri &amp; anakku, I miss you so much&#8230;      </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/06/rinduku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nakhoda &#038; Pelaut Terbaik</title>
		<link>http://jamil.niriah.com/2008/11/03/nakhoda-pelaut-terbaik/</link>
		<comments>http://jamil.niriah.com/2008/11/03/nakhoda-pelaut-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 01:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamil Azzaini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Just Relax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamil.niriah.com/2008/11/03/nakhoda-pelaut-terbaik/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu malam yang berkabut tebal di Selat Sunda, seorang nakhoda kapal terbaik Indonesia melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain yang menuju ke arah kapalnya.  Sang nakhoda memerintahkan anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya: &#8220;Ubahlah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;
Jawabannya: &#8220;Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;
Lalu, sang nagkhoda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu malam yang berkabut tebal di Selat Sunda, seorang nakhoda kapal terbaik Indonesia melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain yang menuju ke arah kapalnya.  Sang nakhoda memerintahkan anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya: &#8220;Ubahlah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;</p>
<p>Jawabannya: &#8220;Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;</p>
<p>Lalu, sang nagkhoda yang cerdas itu menjawab: &#8220;Aku nakhoda terbaik di sini, jadi kamulah yang harus mengubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan&gt;&#8221;</p>
<p>Jawabannya: &#8220;Aku juga pelaut kelas satu di negeri ini - ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;</p>
<p>Jawaban itu benar-benar membuat sang nakhoda terbaik itu murka, sehingga dia membalas sinyal itu kembali: &#8220;Aku kapal perang - ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.&#8221;</p>
<p>Jawabannya: &#8220;Dan aku mercu suar.  Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan segera!&#8221;</p>
<p>(Terinspirasi dari Dan Bell, Reader&#8217;s Digest edisi Desember 1983, Semoga bermanfaat.  Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini)</p>
<p>Pelajaran Berharga: Jangan pernah meminta orang lain berubah agar tujuan Anda tercapai.  Andalah yang harus berubah terlebih dahulu karena itu justeru lebih mudah Anda mencapai tujuan Anda)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamil.niriah.com/2008/11/03/nakhoda-pelaut-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
